Ditreskrimum Polda Jateng saat gelar perkara kasus praktek seks sesama jenis, di Mapolda Jateng, Senin (27/9/2021). (iNews/Ahmad Antoni)
Ahmad Antoni, Angga Rosa

SEMARANG, iNews.id  - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng menggerebek tempat pijat plus khusus laki-laki (gay) di rumah kos Jalan Pamugaran Utama Nusukan, Banjarsari, Kota Solo. Polisi mengamankan enam orang terapis (tukang pijat) dan seorang muncikari. 

Berikut fakta-fakta terbongkarnya praktik pijat plus yang dilakukan sesama jenis di sebuah rumah kos di Kota Solo, Jawa Tengah:

1. Sita Obat Perangsang dan Alat Kontrasepsi

Selain menangkap enam terapis gay dan seorang muncikari, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain, sejumlah obat perangsang, beberapa alat kontrasepsi jenis kondom, minyak zaitun dan uang senilai Rp300.000. 

2. Pengelola Tempat Pijat Plus Jadi Tersangka

Kasus dugaan perdagangan orang dan atau memudahkan perbuatan cabul sebagai mata pencaharian ini dalam penyidikan dan polisi sudah menetapkan pengelola tempat pijat plus itu, berinisial DY (47) warga Perum Samirukun RT 08 RW 04 Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar sebagai tersangka.

3. Saat Penggerebekan Melayani Pijat Plus Gay

Informasi yang dihimpun, Senin (27/9/2021) menyebutkan, saat penggerebekan panti pijat yang dikelola oleh tersangka, polisi mendapati praktik pijat yang dilakukan terapis laki-laki berinisial H terhadap tamu laki-laki. Saat dimintai keterangan H menyebutkan layanan pijat yang diberikan kepada pelanggan antara lain pijat tradisional dan melayani pijat plus.

4. Praktik Seks Gay Sudah Berlangsung 5 Tahun

Direskrimum Polda Jateng Kombes Pol Djuhandhani Raharjo Puro mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan, enam orang laki-laki yang diamankan merupakan pasangan sesama jenis. Diketahui, menjalin hubungan sesama jenis selama sekitar lima tahun. "Enam orang ini, diketahui sering berhubungan seksual di kamar itu," kata Djuhandhani, Senin (27/9/2021).

5. Tarif Pijat Plus Rp250.000 hingga Rp350.000

Tersangka DY dalam menjalankan praktik pijat plus khusus laki-laki dengan memanfaatkan media sosial  (medsos) untuk menjaring pelanggan. Tersangka menawarkan pijat plus melalui medsos dengan tarif antara Rp250.000 hingga Rp350.000. 

6. Melayani Suami Istri Bermain Threesome

Dalam pengembangan penyelidikan diketahui bahwa para terapis ini juga melayani dengan lawan jenis. Bahkan mereka juga melayani pasangan suami istri untuk bermain threesome.

"Untuk tarifnya antara Rp200.000-Rp450.000 sekali bermain. Sedangkan jika dibutuhkan panggilan ada tarifnya sendiri. Pelaku utama ini juga bertugas untuk mencari terapis dari berbagai kota," ujar Dirreskrimum Polda Jateng.

7. Terancam Hukuman Maksimal 15 Tahun Penjara

Perbuatan tersangka melanggar Pasal 296 KUHP dan atau Pasal 2 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Tersangka terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

8. Kemungkinan Keterlibatan Komunitas Homoseksual

Kabid Humas Polda Jateng Kombes M Iqbal Alqudusy mengatakan, penyidik masih mendalami apakah ada kemungkinan keterlibatan komunitas homoseksual dengan praktik pijat gay di Solo. "Kita masih mempertajam penyelidikan. Saat ini sedang diproses," ujar Iqbal.


Editor : Ahmad Antoni

BERITA TERKAIT