Petugas gabungan membersihkan sisa material banjir bandang Pemalang yang menerjang permukiman warga di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari. (Foto: iNews TV)

PEMALANG, iNews.idBanjir bandang menerjang permukiman warga di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Jumat (23/1/2026) malam. Bencana ini dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi yang menyebabkan Sungai Gintung meluap yang menelan satu korban jiwa.

Luapan Sungai Gintung yang berhulu di lereng Gunung Slamet itu membawa arus deras disertai material kayu dan batu. Air bah menghantam rumah-rumah warga yang berada di sepanjang aliran sungai.

Dari video warga yang beredar, terlihat banjir bandang datang secara tiba-tiba dengan arus kuat. Sejumlah bangunan tampak rusak akibat dihantam material yang terbawa banjir.

Akibat peristiwa banjir bandang Pemalang ini, sebanyak 60 warga terpaksa mengungsi. Mereka menyelamatkan diri ke rumah tetangga dan sebagian lainnya ke Kantor Kecamatan Pulosari.

Kapolsek Moga Pemalang, AKP Ciptanto, menyebut korban diduga kuat terseret arus deras saat banjir bandang terjadi.

"Korban diduga kuat terseret arus saat banjir bandang melanda akibat tingginya debit sungai," ujar AKP Ciptanto, Sabtu (24/1/2026).

Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Pemalang masih melakukan asesmen dan pendataan. Petugas terus menghitung jumlah rumah rusak serta dampak lain yang ditimbulkan oleh banjir bandang tersebut.

Sementara itu, satu korban jiwa akibat banjir bandang Pemalang berhasil diidentifikasi. Korban diketahui bernama Tanto (35), warga Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang.

Sebelumnya, jenazah korban ditemukan dalam kondisi terhanyut dan tersangkut di ranting-ranting di tepian Sungai Tetep, Desa Sima, Kecamatan Moga. Lokasi penemuan berjarak cukup jauh dari titik awal banjir bandang.

Setelah dievakuasi, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Islam Moga untuk dilakukan pemeriksaan dan proses identifikasi. Dari hasil pemeriksaan, identitas korban dipastikan merupakan salah satu warga yang terdampak banjir bandang Pemalang di wilayah selatan kabupaten tersebut.

Saat ini, tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, BPBD, PMI, relawan, dan warga setempat masih melakukan pembersihan material sisa banjir bandang Pemalang. Lumpur, kayu, dan batu yang menutup akses permukiman mulai disingkirkan secara bertahap.

Petugas mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar aliran sungai, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Hal ini mengingat curah hujan masih tinggi dan potensi banjir susulan masih berpeluang terjadi.


Editor : Donald Karouw

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network