SEMARANG, iNews.id – Banjir yang melanda Ibu Kota Jakarta dan daerah di sekitarnya meliputi Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Banten (Jabodetabek) dalam dua hari terakhir ini merenggut puluhan korban jiwa.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan duka cita mendalamnya atas jatuhnya korban akibat bencana banjir tersebut.
“Saya atas nama pribadi dan seluruh pengurus dan kader Ansor – Banser seluruh Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas korban meninggal akibat bencana banjir di Jakarta dan sekitarnya. Semoga korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan tabah dalam menghadapi cobaan ini,” kata Yaqut dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/1/2020).
Menurut Gus Yaqut, pemerintah harus bertindak cepat dalam mengatasi banjir agar korban jiwa tidak lagi bertambah. Apalagi, BNPB dan BMKG, cuaca ekstrem masih akan berlanjut sampai 4 Januari mendatang.
“Mengutip data Kemensos RI, korban jiwa telah mencapai 21 orang. Sedangkan menurut catatan Pemprov DKI Jakarta ada lebih dari 19.000 orang mengungsi akibat banjir,” kata Gus Yaqut.
Menurut Gus Yaqut, yang diperlukan sekarang adalah penanganan masyarakat terdampak banjir. Masyarakat membutuhkan tempat tinggal sementara selama evakuasi, makan siap saji, minuman, obat-obatan, pakaian, selimut, air bersih, dan lainnya. “Anak-anak, ibu hamil, dan lansia, juga harus mendapat ekstra perhatian penanganan,” ujarnya.
BACA JUGA:
Banser NU Evakuasi Korban Banjir Jabodetabek
Korban Meninggal Dunia karena Banjir Jabodetabek Mencapai 16 Orang
Gus Yaqut mengatakan, GP Ansor telah menerjunkan Banser Tanggap Bencana (Bagana) ke lokasi-lokasi bencana untuk membantu penanganan korban banjir, mulai dari evakuasi hingga membantu menampung bantuan untuk korban bencana.
“GP Ansor bekerja sama dengan aparat terkait seperti kepolisian, BNPB, pemerintah daerah melakukan evakuasi korban. Selain itu, mendirikan posko-posko siaga sebagai pusat informasi dan pelayanan publik, juga menampung bantuan logistik dari masyarakat yang ingin membantu korban. Termasuk juga mengkoordinasikan pelayanan kesehatan dan bantuan kemanusiaan lainnya,” kata Gus Yaqut.
Sejauh ini, kata dia, Ansor dan Banser telah mendirikan posko siaga di seluruh wilayah di Jakarta, Gunung Puteri Bogor, Bekasi, Tangerang, dan Banten.
Sekretaris Wilayah GP Ansor DKI Jakarta Dendy Finza mengatakan, pihaknya telah mendirikan posko di Ciberang Lebak Provinsi Banten; Kalideres, Cengkareng; Grogol Petamburan, Jakarta Barat; Pulojahe, Pulogadung; Cawang, Jakarta Timur; Bantaran Ciliwung wilayah Jakarta Timur; Tanah Abang, Jakarta Pusat; Kemang dan Ciganjur, Jakarta Selatan; Cileungsi, Villa Nusa Indah Bogor; dan Bekasi.
Dendy mengatakan, Banser berkoordinasi dengan aparat melakukan proses penyelamatan di titik-titik bencana. Misi utamanya melakukan evakuasi dan memberikan bantuan langsung pada masyarakat terkait akses dan pengawalan daerah berbahaya, serta membagikan bantuan logistik bagi daerah terdampak.
Posko Banser yang berada di wilayah terdampak, lanjutnya, masih akan terus melayani masyarakat selama bencana banjir ini masih memerlukan perhatian.
Ketua PC GP Ansor Jakarta Barat Alfanny menambahkan, pihaknya membuka posko bantuan banjir di empat lokasi yaitu Kalideres, Cengkareng, Grogol Petamburan, dan Kebon Jeruk. Hal ini dilakukan sebagai khidmah pihaknya dalam kemanusian.
“Ini saatnya saling bersinergi membantu korban banjir. GP Ansor-Banser Jakbar bergerak cepat membantu warga dengan mendirikan posko banjir di empat lokasi,” papar Alfanny.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait