Banjir Pekalongan hari kelima masih merendam permukiman warga, ribuan pengungsi mengeluhkan penyakit dan kekurangan bantuan logistik. (Foto: iNews TV)

PEKALONGAN, iNews.id - Banjir yang merendam wilayah kota dan Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, masih belum surut hingga hari kelima, Selasa (20/1/2026). Ribuan warga terdampak mulai mengeluhkan berbagai penyakit akibat terlalu lama terendam banjir.

Selain masalah kesehatan, warga korban banjir Pekalongan juga mengaku kekurangan bantuan logistik. Kebutuhan mendesak seperti makanan, selimut, obat-obatan, susu bayi, popok, hingga alat mandi disebut masih sangat terbatas.

Hingga saat ini, banjir Pekalongan masih merendam sejumlah wilayah dengan ketinggian air bervariasi. Di beberapa titik, tinggi genangan air masih berkisar antara 50 sentimeter hingga satu meter.

Di Kabupaten Pekalongan, ribuan rumah warga masih terendam banjir di Kecamatan Wonokerto, Sragi, Tirto, dan Siwalan. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat lumpuh dan memaksa warga mengungsi.

Sementara di Kota Pekalongan, banjir masih terjadi di Kecamatan Pekalongan Barat meliputi Kelurahan Tirto, Pasir Kraton Kramat, dan Bendan Kergon. Selain itu, banjir juga melanda Kecamatan Pekalongan Utara di Kelurahan Krapyak.

Di Kecamatan Pekalongan Timur, banjir Pekalongan masih merendam Kelurahan Landungsari. Genangan air yang belum surut membuat warga belum bisa kembali ke rumah.

Jumlah pengungsi di Kota Pekalongan tercatat sekitar 2.200 jiwa. Sementara di Kabupaten Pekalongan, jumlah pengungsi mencapai sekitar 350 jiwa.

Sejumlah lokasi digunakan sebagai tempat pengungsian warga terdampak banjir di antaranya, Aula Kecamatan Siwalan, rumah warga, masjid, Aula Ar Robitoh serta Aula Kantor Kecamatan Pekalongan Barat.

Kondisi di lokasi pengungsian terlihat memprihatinkan. Pengungsi terpaksa tidur berdesakan dengan alas seadanya karena jumlah selimut sangat terbatas, bahkan sebagian warga tidur di teras.

Akibat terendam banjir selama lima hari, banyak warga terutama anak-anak dan lansia mulai terserang penyakit. Keluhan yang paling banyak dialami adalah gatal-gatal pada kulit, demam, flu hingga diare.

Salah satu warga terdampak banjir Pekalongan, Waryono, mengatakan kondisi banjir saat ini sangat memprihatinkan. Dia berharap bantuan dapat segera datang secara merata.

“Kondisi banjir sangat memprihatinkan. Banjir besar beberapa tahun lalu kembali terulang. Masih banyak warga yang mengungsi. Kami berharap cepat-cepat dapat bantuan,” katanya, Selasa (20/1/2026). 

Waryono juga menyebut penyebab banjir berasal dari hujan deras yang menyebabkan sungai meluap. Kondisi tersebut membuat genangan air bertahan cukup lama.

“Penyebab banjir karena hujan deras menyebabkan sungai meluap,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Ali Soleh. Dia mengaku sudah mulai mengalami gangguan kesehatan akibat banjir yang belum surut.

“Sudah mulai gatal-gatal akibat banjir,” ujar Ali.

Sejumlah bantuan logistik diketahui mulai disalurkan kepada warga terdampak banjir Pekalongan. Salah satunya bantuan dari Bhayangkari Kabupaten Pekalongan.

Ketua Bhayangkari Kabupaten Pekalongan Rosna Rachmad mengatakan pihaknya menyalurkan bantuan berupa makanan dan minuman untuk warga korban banjir. Dia berharap kondisi banjir segera membaik.

“Kami berikan bantuan berupa makanan dan minuman ke warga korban banjir. Harapannya semoga banjir cepat surut dan bencana segera berlalu,” katanya.

Warga berharap banjir Pekalongan segera surut dan bantuan logistik serta layanan kesehatan dapat ditingkatkan. Kebutuhan untuk bayi, anak-anak, lansia, dan warga yang sakit dinilai sangat mendesak.


Editor : Donald Karouw

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network