Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika menunjukkan pelaku pencurian di rest area jalan tol Semarang-Solo di Mapolres, Jumat (25/11/2022). Foto/IST
Angga Rosa

SEMARANG, iNews.id - Jajaran Polres Semarang menangkap satu dari empat orang komplotan pencurian spesialis rest area jalan tol. Tersangka berinisial E alias Y (38) asal Cilegon, Banten ditangkap polisi setelah melancarkan aksinya di rest area KM 429 tol Semarang-Solo.

Sedangkan tiga orang pelaku lainnya, sudah ditangkap oleh petugas Polres Boyolali. Ketiga pelaku ditangkap setelah melakukan tindak kejahatan yang sama di rest area di wilayah Kabupaten Boyolali.

"Komplotan pencuri spesialis pencurian barang di dalam mobil yang istirahat di rest area ini, beraksi menyisir rest area tol Semarang-Solo. Satu orang berhasil kita tangkap. Tiga orang lainnya ditangkap petugas Polres Boyolali," kata Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika, Jumat (25/11/2022).

Kapolres menjelaskan, di wilayah hukum Polres Semarang, komplotan pencuri ini berhasil menggasak uang tunai Rp14 juta, perhiasan, handphone dan BPKB kendaraan bermotor milik Arik (44) warga Bangka Belitung. 

Saat itu, korban berserta keluarganya saat itu sedang beristirahat di rest area KM 429 tol Ungaran. Korban dan keluarga dalam perjalanan ke arah Solo. 

"Kasus pencurian ini, terjadi pada 9 November 2022 sekitar antara pukul 02.00 WIB hingga 04.30 WIB. Modus para tersangka adalah membuka paksa jendela mobil yang terbuka sedikit, lalu mengambil barang yang ada di dalam mobil," ujar Kapolres.

Setelah melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi, polisi langsung melakukan penyelidikan. Polisi juga memeriksa rekaman kamera CCTV di rest area KM 429. Akhirnya polisi berhasil mengidentifikasi para pelaku dan menangkap salah satu yang berada di Cilegon, Banten.

"Hasil pengembangan di lapangan, ternyata tersangka adalah residivis. Tersangka merupakan komplotan copet yang sering beraksi di pelabuhan Merak dan Bakauheni," terangnya. 

Menurut Kapolres, tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. "Ancaman hukumannya tujuh tahun penjara," ujarnya.


Editor : Ahmad Antoni

BERITA TERKAIT