SEMARANG, iNews.id - Sebanyak 32 kontestan yang bakal bertarun di Pilkada 2020 menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUP dr Kariadi Semarang. Mereka berasal dari 16 pasangan untuk memerebutkan kursi bupati/wali kota maupun wakil bupati/wakil wali kota. Untuk menghindari kerumunan, rumah sakit meminta para pendukung tak hadir saat pelaksaan tes kesehatan.
Humas RSUP dr Kariadi Semarang, Parna mengatakan, semua paslon datang memenuhi tes kesehatan. Semua tahapan, pemeriksaan kesehatan berjalan lancar dan tidak ada kendala berarti.
"Perlu kami sampaikan dari Kabupaten Semarang itu ada 2 pasangan bakal calon, dari Rembang itu ada 2 pasang, dari Demak ada 2 pasang, dari Pemalang ada 3 pasang, dari Kendal ada 3 pasang, dari Kabupaten Pekalongan ada 2 pasang, dari Kota Pekalongan ada 2 pasang," ucap Parna.
Dia pun mengingatkan, selama proses tes, protokol kesehatan diterapkan untuk menghindari penularan Covid-19. Massa pendukung pasangan calon yang turut hadir disediakan tempat khusus di halaman.
"Untuk menghindari kerumunan massa, selalu kita sampaikan bahwa masyarakat diminta menyadari, memahami, tidak semua datang ke rumah sakit kecuali untuk kepentingan khusus (pemeriksaan kesehatan)," ujarnya.
Dia menambahkan, RSUP dr Kariadi melayani pemeriksaan kesehatan paslon dari delapan daerah di Jateng yang menggelar Pilkada. Di antaranya Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kabupaten Kendal, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Demak, Kabupaten Rembang, Kabupaten Semarang, dan Kota Semarang.
"Untuk kota Semarang kebetulan saya tadi habis rapat dengan KPU. Kalau tanggal 10 September nanti itu tetep masih satu pasang, itu artinya ada perpanjangan waktu pendaftaran bakal calon lagi," ujarnya.
"Kalau tambah 3 hari kok tetep tidak ada yang daftar atau tidak ada yang dinyatakan lolos sebagai calon, maka KPU akan menerbitkan surat keputusan tentang 1 calon itu. Nanti kita akan mengikuti setelah ada SK itu. Pemeriksaan kedua nanti tanggal 14 September," kata Parna.
Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait