Komoditas sayuran yang dijual di pasar tradisional Kabupaten Banjarnegara. Foto: iNews/Elis Novit.
Elis Novit

BANJARNEGARA, iNews.id – Omzet pedagang sayur di Kabupaten Banjarnegara anjlok 50 persen menyusul kenaikan harga cabai dan komoditas sayuran. Pembeli memilih mengurangi belanjaan dan pedagang enggan menambah stok. 

Kenaikan harga di antaranya terjadi pada komoditas bawang merah dari Rp40.000 menjadi Rp60.000 per kilogram. Bawang putih jenis kating naik menjadi Rp35.000 dari sebelumnya Rp30.000. 

Bawang apel naik menjadi Rp25.000 dari sebelumnya Rp20.000 per kilogram. Tomat naik dari Rp14.000 menjadi Rp16.000 per kilogram, kol naik menjadi Rp10.000 dari sebelumnya Rp8.000. 

“kenaikan harga membuat omzet turun hingga 50 persen dari biasanya. Pembeli memilih mengurangi jumlah belanjaan. Kami juga tidak menambah stok dagangan,” kata salah satu pedagang, Musringah, Sabtu (18/6/2022). 

Para pedagang biasanya per hari bisa menyetok sayuran hingga 50 kilogram. Namun kini hanya berani menyetok 10-5 kilogram. Pedagang takut rugi karena jika tak laku, maka sayuran membusuk. 

Naiknya harga sejumlah komoditas sayuran diduga karena dampak cuaca buruk. Petani di sejumlah daerah yang menjadi sentra sayuran mengalami gagal panen. 

Sementara itu, harga cabai juga masih stabil tinggi. Harga cabai rawit merah mencapai Rp100.000 per kilogram. Cabai rawit hijau naik menjadi Rp70.000 per kilogram, Cabai hijau Rp30.000 per kilogram, cabai merah Rp80.000 per kilogramnya. 


Editor : Ary Wahyu Wibowo

BERITA TERKAIT