Harimau putih Anggun mati di Semarang Zoo setelah diduga mengalami komplikasi akibat prosedur anestesi hingga infeksi pada bagian leher. (Foto: iNews TV/WISNU WARDHANA)

SEMARANG, iNews.id - Harimau putih bernama Anggun mati di Semarang Zoo setelah diduga mengalami komplikasi akibat prosedur anestesi yang memicu abses hingga infeksi pada bagian leher. Kematian satwa langka tersebut menjadi sorotan karena Anggun selama ini dikenal sebagai salah satu ikon kebun binatang milik Pemerintah Kota Semarang.

Rekaman yang memperlihatkan kondisi Anggun sebelum mati viral di media sosial. Dalam video tersebut, harimau putih itu terlihat dalam kondisi lemah hingga akhirnya tidak dapat diselamatkan.

Dugaan sementara menyebutkan Anggun mengalami komplikasi setelah menjalani prosedur anestesi. Kondisi itu disebut memicu abses yang kemudian berkembang menjadi infeksi parah di bagian leher.

Meski demikian, penyebab pasti kematian Anggun masih harus dibuktikan melalui penyelidikan. Pemerintah Kota Semarang menyatakan akan menelusuri proses penanganan dan perawatan satwa tersebut secara menyeluruh.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyesalkan kematian harimau putih tersebut. Menurutnya, Anggun merupakan satwa langka sekaligus aset penting yang selama ini menjadi daya tarik utama Semarang Zoo.

Agustina menegaskan kematian Anggun tidak boleh dibiarkan tanpa penjelasan. Penyelidikan diperlukan untuk mengetahui apakah terdapat kesalahan dalam prosedur medis maupun perawatan yang diberikan.

Hasil investigasi nantinya juga akan dijadikan bahan evaluasi terhadap petugas yang bertanggung jawab dalam pemeliharaan satwa. Langkah tersebut dinilai penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Selain dugaan kesalahan penanganan, Agustina turut menyoroti keterbatasan anggaran yang berpengaruh terhadap proses perawatan satwa di Semarang Zoo.

“Kemarin saya sampaikan ke teman-teman supaya lebih berhati-hati karena sepertinya kekurangan anggaran menjadi penyebab utama mengapa proses perawatan dilakukan efisiensi,” ujarnya, Senin (27/7/2026).

Keterbatasan anggaran diduga membuat pengelolaan dan perawatan satwa belum berjalan maksimal. Pemerintah Kota Semarang pun berencana mencari skema baru agar pengelolaan kebun binatang dapat dilakukan secara lebih baik.

Salah satu opsi yang dipertimbangkan yaitu menjalin kerja sama dengan pihak swasta. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperbaiki tata kelola, meningkatkan kualitas perawatan satwa serta memberikan pendapatan yang lebih layak bagi Semarang Zoo.

Namun, prioritas terdekat pemerintah daerah adalah mengungkap penyebab pasti kematian Anggun. Pemeriksaan menyeluruh diperlukan untuk memastikan apakah kematian itu berkaitan dengan prosedur anestesi, infeksi maupun faktor lainnya.

Kematian Anggun menjadi evaluasi besar bagi pengelola Semarang Zoo. Pemerintah daerah diharapkan dapat menjamin standar kesehatan, keselamatan dan kesejahteraan seluruh satwa yang berada di kebun binatang tersebut.


Editor : Donald Karouw

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network