PEKALONGAN, iNews.id – Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) baru saja menggelar haul ke-10 Gus Dur di Pekalongan. Masih dalam momentum yang sama, Lesbumi menyerukan pemberantasan togel atau perjudian nomor di Pekalongan.
Mengutip tema yang diangkat dalam acara tersebut, Ketua Lesbumi PCU Pekalongan Gus Eko Ahmadi meminta masyarakat untuk memelihara hal lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik. Dia mendorong ulama untuk turut serta dalam upaya pemberantasan tersebut.
“Persoalan kemanusiaan yang masih marak di Pekalongan adalah soal togel. Oleh karena itu ulama juga didorong turut serta dalam pemberantasan hal tersebut. Apalagi Lesbumi memiliki laskar dan sanggar di setiap desa dan kecamatan,” katanya, Selasa (24/12/2019).
Acara haul ke-10 Gus Dur pada Sabtu (21/12/2019) lalu diawali dengan dibukanya pameran manuskrip Islam Nusantara dari abad ke-16 sampai ke-19, pameran tosan aji kabupaten Pekalongan, workshop Sinematografi, dan workshop teater. Selain itu juga ada istighotsah, pembacaan tahlil, dan parade band indie se -Kabupaten Pekalongan.
Tak lupa persembahan tari kreasi dari Sanggar Mekar Budaya Bojong yaitu Tari Sintren Ceria dan Tari Sholawat Bumi Santri. Puncak acara diwarnai pertunjukan seni teater dari kelompok Segita Teater Kudus sebagai persembahan Lesbumi PCNU Kudus.
Acara dihadiri Khatib Syuriah PCNU Kabupaten Pekalongan KH M Afnan Khafid, Ketua FKUB Pekalongan KH Dzikron, Ketua GP Ansor Pekalongan M Azmi, Komandan Satkorcab Banser M Khairudin, Polres Kabupaten Pekalongan, Perwakilan Muslimat, Fatayat dan para anggota laskar serta sanggar se-Kabupaten Pekalongan. Dengan kegiatan ini, Lesbumi PCNU Kabupaten Pekalongan berharap semoga Kabupaten Pekalongan mendapat barokah hingga tetap aman dan damai dari penyakit kemanusiaan di masyarakat.
Editor : Rizal Bomantama
Artikel Terkait