GROBOGAN, iNews.id – Ratusan siswa dan guru SMP Negeri 6 Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah (Jateng), menggelar doa dan salat gaib sebagai bentuk keprihatinan atas musibah pesawat Lion Air JT 610, Jumat pagi (2/11/2018). Isak tangis pun pecah saat pembacaan doa.
Mereka tak kuasa menahan tangis karena teringat akan kematian yang pasti akan menjemput setiap manusia. Seperti halnya yang terjadi dengan ratusan penumpang pesawat Lion Air rute Jakarta-Pangkalpinang, Bangka Belitung, yang jatuh di Perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat (Jabar), Senin (29/10/2018.
Para siswa dan guru yang menggelar salat gaib di halaman sekolah, mendoakan agar seluruh jasad para penumpang dan kru pesawat bisa segera ditemukan. Dengan begitu, para keluarga korban tidak berlarut-larut dalam kesedihan menunggu informasi dan kepastian.
Salah satu siswa SMP Negeri 6 Purwodadi, yang juga Ketua OSIS mengaku, turut prihatin atas musibah yang menimpa pesawat Lion Air JT 610. “Harapan saya, semoga keluarga yang ditinggalkan mengikhlaskan dan korban-korban dapat diterima di sisi Allah. Saya juga berdoa agar ke depannya tidak ada lagi musibah seperti ini,” kata Pinkan Amelia.
Sementara Kepala Sekolah SMPN 6 Purwodadi Sudi Winoto berharap agar pemerintah dan pihak maskapai mengoptimalkan pelayanan dan pengawasan ketat terhadap maskapai penerbangan agar kejadian seperti musibah Lion Air tak terulang lagi. Kejadian ini membuat banyak masyarakat trauma naik pesawat. Apalagi, Lion Air juga menjadi salah satu pesawat komersial yang sering mengalami musibah.
“Dengan kejadian ini, warga yang hendak menumpang pesawat menjadi trauma dan ketakutan. Mari kita berbenah dengan adanya kejadian ini supaya tidak terulang lagi,” kata Sudi Winoto.
Para siswa dan guru pun mengaku sedikit lega karena kotak hitam pesawat sudah ditemukan. Mereka semua berharap agar penyebab pesawat Lion Air jatuh di Perairan Tanjung Karawang, segera terungkap. Tak hanya berdoa untuk musibah ini, para siswa dan guru pun memohon kepada Yang Kuasa agar bencana yang melanda negara Indonesia segera berakhir.
Setelah menggelar salat gaib dan tahlil bersama, seluruh siswa kemudian kembali ke ruang kelas masing-masing untuk melanjutkan kegiatan belajar mengajar.
Editor : Maria Christina
Artikel Terkait