BANJARNEGARA, iNews.id – Krisis air bersih akibat kekeringan dampak kemarau panjang melanda di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Banjarnegara. BPBD Banjarnegara mencatat ada 37 desa dan kelurahan mengalami krisis air bersih.
Seperti halnya yang dialami warga Dusun Muntang Desa Jalatunda Banjarnegara. Mereka terpaksa membuat sumur resapan di tengah sungai untuk menyaring air yang keruh dan berbau.
Kemarau dan tidak turunnya hujan sejak 4 bulan terakhir, membuat mata air di sekitar rumah warga kering. Satu satunya yang bisa dimanfaatkan hanya sisa kubangan sungai.
Meski kondisi masih berbau, warga memanfaatkan air sungai untuk mencuci, mandi dan memasak. “Pemanfaatan sumur resapan kubangan sungai ini secara bergantian, mulai dari subuh hingga malam hari,” kata Suliyah, Jumat (29/9).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat dampak kekeringan dan krisis air bersih terus meluas. Terdapat 90.000 warga di 37 desa dan kelurahan yang mengalami krisis air bersih akibat kekeringan.
Untuk mencukupi kebutuhan air, BPBD terus melakukan droping air dengan 4 armada tangki setiap hari. Total air yang sudah di distribusikan mencapai 2 juta liter air bersih sejak 2 bulan terakhir.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait