Faiz Hidayat, warga Desa Purwodadi, Kecamatan Tambak, Banyumas sukses mengembangkan kebun anggur berbagai macam jenis dari luar negeri. (iNews/Saladin Ayyubi)

BANYUMAS, iNews.id - Faiz Hidayat, petani anggur dari Kabupaten Banyumas ini rela belajar sampai ke Ukraina demi bisa mempelajari tanaman anggur. Hasilnya, warga Desa Purwodadi, Kecamatan Tambak itu berhasil mengembangkan kebun anggur di atas lahan seluas sekitar 3.000 meter persegi.

Ada ratusan varietas tanaman anggur impor yang dia datangkan dari berbagai negara seperti Amerika, Ukraina, Rusia, Jepang, Italia, Thailand dan Turki. Kebun anggur percobaan miliknya ini diberi nama Jayasri Nursery.

Awalnya Faiz  yang penggemar buah anggur ini mulai menekuni bidang pertanian tanaman anggur sejak tahun 2013 dengan mulai mencoba menanam berbagai bibit varietas anggur dari berbagai negara.

Dia berpikir agar bagaimana tanaman anggur ini bisa tumbuh di Indonesia khususnya di Banyumas. Faiz akhirnya  mencoba menanam sekaligus melakukan observasi jenis anggur apa saja  yang cocok ditanam dengan kondisi alam di Banyumas.

Untuk belajar tentang anggur dia bahkan belajar sampai ke Ukraina. Awalnya Faiz berkenalan dengan salah satu petani anggur di Ukraina melalui internet hingga kemudian pada pertengahan tahun 2015 dia diundang oleh petani tersebut untuk belajar di sana.

Faiz bahkan tidak menyangka bisa diundang ke Ukraina untuk belajar tentang anggur. “Ini kesempatan yang langka, kemudian saya memutuskan  belajar ke Ukraina dengan biaya pribadi,” kata Faiz, Minggu (5/9/2021).

“Selama kurang lebih 15 hari saya belajar tentang tanaman  anggur mulai dari pemilihan bibit sampai cara memanen buah,” katanya.

Kini sudah ada lebih dari 400 pohon anggur dengan berbagai varietas berhasil ditanam di kebun miliknya. Dari ratusan jenis anggur, setidaknya ada 7 jenis anggur yang sudah beberapa kali panen dengan hasil yang lumayan bagus, yakni  jupiter seedless, akademik avidzba, fourchette, laura, ninel, everest dan anggur jenis fuji minori dari Jepang.

“Untuk mencapai masa panen hampir semua jenis anggur di kebun memakan waktu 90 hari. Tergantung dari proses pembuahannya.  Ada beberapa jenis anggur yang penyerbukannya harus dibantu untuk menghasilkan kualitas buah yang maksimal,” ujar Faiz.

Misalnya  anggur laura dari Ukraina, untuk proses pembuahannya melalui tahap polinasi buatan. Meski sebetulnya bisa saja secara alami tapi tentu akan mempengaruhi kualitas buahnya.

Dia mengatakan, usaha yang digelutinya ini perlu memakan waktu 5 tahun penelitian, observasi uji coba tanaman anggur ini sudah memperlihatkan hasilnya.

Pada tahun 2018 kebun anggur Jayasri Nursery yang menyewa lahan desa ini mulai dibuka untuk umum. Konsep pemasaran yang diusungnya ini cukup unik, pembeli bisa datang ke lokasi untuk menikmati sensasi memetik buah anggur langsung dari pohonnya.

Bukan hanya buah anggurnya saja, tetapi Jayasri Nursery ini juga menyediakan 15 varietas bibit anggur siap jual. “Di sini tidak hanya menjual buah anggurnya saja, tetapi bagi yang ingin belajar merawat tanaman anggur bisa belajar di sini,” ujarnya. 

Selain itu, dia juga menjual 15 varietas bibit anggur yang sudah teruji dari segi proses pembuahannya, kualitas buah hingga segi perawatannya yang cenderung lebih mudah.  

Bagi pengunjung yang ingin merasakan sensasi petik anggur segar dari pohonnya, Faiz mematok harga Rp100.0000 per kilogram. Sedangkan untuk bibitnya sendiri dijual  Rp125.000. 

Meski kondisi pandemi belum juga berakhir,  Faiz justru berencana ingin mengembangkan kebun anggur miliknya menjadi agrowisata.

“Konsepnya pengunjung bisa menikmati suasana kebun anggur hanya dengan membeli jus anggur sebagai ganti tiket masuk. Selain itu juga akan membuka pelatihan perawatan tanaman anggur sebagai wisata edukasi,” katanya.


Editor : Ahmad Antoni

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network