Sudarmi tak pernah lelah menunggu pelanggan yang datang untuk menambal maupun mengisi angin ban sepeda motor yang kempes. (Foto: iNews.id)

SEMARANG, iNews.id – “Syukuri apa yang ada, hidup adalah perjuangan, tetap jalani hidup ini melakukan yang terbaik” sepenggal lirik lagu milik d’Masiv itu seolah menggambarkan perjuangan hidup Sudarmi.

Ya, di usia senjanya nenek berusia 75 tahun asal Kota Semarang, Jawa Tengah ini tetap bekerja keras mencari nafkah meski harus jadi penambal ban.

Pekerjaan menambal ban memang bukan pekerjaan akrab bagi kaum hawa, terlebih dilakukan seorang nenek. Pekerjaan itu sudah digeluti Sudarmi sejak tiga tahun lalu setelah suaminya meninggal dunia.

Sudarmi menuturkan, keahlian menambal ban diperoleh dari mendiang suaminya yang sejak 35 tahun lalu membuka kios tambal ban.

Saat itu, Sudarmi hanya membantu meringankan pekerjaan suami, namun sejak sang suami meninggal dunia tiga tahun lalu, dia harus berjuang seorang diri menjadi penambal ban untuk dirinya dan keluarga.

Wis ora nduwe opo-opo, sing dinggo mangan yo ora ono (saya sudah tidak punya apa-apa yang buat makan juga tidak ada). Bapak dulu bilang kalau pangan kurang ya nambali ban,” tutur Sudarmi yang membuka jasa tambal ban di pinggir jalan kawasan Stadion Diponegoro Kota Semarang, Minggu (31/12/2017).

Sudarmi saat mengisi angin ban sepeda motor pelanggannya di Kota Semarang, Jateng. (Foto: iNews.id)


Tiap hari, Sudarmi setia menunggu di lapak reyot sambil berharap ada pelanggan yang datang membutuhkan jasanya untuk memompa ataupun menambal ban sepeda motornya yang kempes atau bocor.

Wajah Sudarmi langsung berubah berseri-seri ketika ada pelanggan yang datang membutuhkan jasanya. Dengan sigap, Sudarmi langsung memberikan pelayanan mengisikan angin pada ban sepeda motor pelanggannya.

Tidak lupa, tiap menerima uang dari pelanggan Sudarmi selalu mengucapkan syukur dan mendoakan si pengendara. Tidak hanya mendoakan, terkadang Sudarmi juga menggratiskan jasanya kepada pelanggan yang sedang benar-benar membutuhkan. Selain membuka jasa tambal ban, Sudarmi juga berusaha menambah penghasilan dengan berjualan bensin eceran.

Meskipun telah berusia lanjut, tidak menurunkan semangat Sudarmi dalam berkerja. Padahal Sudarmi memiliki anak yang bisa mencukupi kebutuhannya, tetapi dia menolak dan tetap memilih mencari uang dengan tangan sendiri.

Kulo isih pengin maem lan jajan, senajan lare kulo ngekei maem tapi kulo mboten terus sedakep mawon. (saya masih ingin makan dan jajan, meski anak saya juga ngasih makan tapi saya tidak mau berpangku tangan. Kulo pengen njajake cucu kulo (saya ingin belikan jajan buat cucu saya),” kata Sudarmi.

Dalam berkerja yang terpenting bagi Sudarmi selalu mengucap syukur atas rezeki yang diberikan tidak peduli banyak maupun sedikit. “Duit Rp1.000-2.000 kulo tampi lan maturnuwun sanget. Mboten dibayar nggih mboten kulo pikiri etung-etung kanggo ngibadah (saya terima uang berapa pun. Kalau tidak dibayar juga tidak apa-apa hitung-hitung buat ibadah,” ujar Sudarmi.

Editor : Kastolani Marzuki

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network