KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman saat menyampaikan orasi ilmiah di Universitas Swadaya Gunung Jati, Minggu (16/1/2022). (IST)

JAKARTA, iNews.id - KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman mengatakan situasi global di era disrupsi telah mengubah dunia. Menurutnya, hal itu secara fundamental turut mengubah sistem tatanan yang ada dengan cara baru yang cenderung menggunakan teknologi dunia maya.

"Apabila kita tidak bijak dan tidak pintar membaca situasi maka kita akan hanyut dan tergerus dengan era saat ini. Pihak yang masih menggunakan cara lama dan akan kalah bersaing," kata  Dudung saat memberikan orasi ilmiah di Universitas Swadaya Gunung Jati, Minggu (16/1/2022). 

Orasi ilmiah itu disampaikan Jenderal Dudung di hadapan 600 civitas akademik dan mahasiswa. Orasi ilmiah berjudul Peran Mahasiswa dalam Sistem Pertahanan yang Bersifat Semesta. 

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) menyebut salah satu contoh yaitu media sosial. Di mana media sosial sebagai salah satu sarana yang dijadikan sebagai alat provokasi, isu sara, penyebaran berita-berita hoaks dan adu domba.

"Semakin intelektualnya tinggi, generasi muda justru harus lebih cepat dan cermat menyikapi informasi yang beredar. Kalau tidak, maka akan memecah belah persatuan dan persatuan bangsa," katanya.

Mantan Pangkostrad itu juga menyampaikan Indonesia merupakan bangsa yang beruntung. Sebab, kerentanan perpecahan bangsa dapat dihindari lantaran memiliki Pancasila yang dijadikan sebagai pemersatu bangsa. 

"Untungnya kita masih punya Pancasila, kita masih punya kebhinnekaan, kita masih punya persatuan dan kesatuan yang harus kita pegang teguh," ujarnya. 

Oleh karenanya, dia enekankan agar jiwa nsionalme dan kecintaan kepada negara harus tumbuh dan berkembang. Tak hanya itu, masyarakat juga musti membangun sistem pertahanan rakyat semesta. 

"Karena tidak hanya TNI, tetapi bela negara, wawasan kebangsaan, cinta tanah air adalah hak setiap warga negara. Termasuk sumber daya nasional lainnya dalam menghadapi setiap ancaman baik dari dalam maupun dari luar," kata jenderal bintang empat ini. 

Di akhir orasinya, eks Pangdam Jaya itu berpesan, agar menghormati perbedaan suku, budaya, dan agama. Dia meminta seluruh elemen untuk membangun semangat bersatu serta menumbuhkan nasionalisme dan harga diri bangsa.

"Marilah kita bangun NKRI dengan penuh cinta tanah air dan rela berkorban fondasinya adalah NKRI, setiap persatuan dan kesatuan bangsa atapnya adalah kebhinnekaan," ujarnya.


Editor : Ahmad Antoni

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network