Salah satu jalur penghubung antara Kabupaten Grobogan, Salatiga dan Boyolali yang longsor di Desa Ngomba, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan. Foto: iNews/Rustaman Nusantara.

GROBOGAN, iNews.id – Salah satu jalur penghubung antara Kabupaten Grobogan, Salatiga dan Boyolali ditutup total akibat longsor. Jalur kini dalam proses perbaikan, rencananya dibuka kembali pada H-10 Lebaran. 

Jalur kini ditutup total oleh petugas kepolisian dan Bina Marga Provinsi Jawa Tengah. Seluruh kendaraan, terutama roda empat, dialihkan memutar melalui jalur lain dengan jarak tempuh lebih jauh. 

Saat ini sedang dilakukan pengerjaan pemadatan dengan menggunakan alat berat di jalur yang berada di Desa Ngomba, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan. 

Jalan sepanjang sekitar 30 meter, longsor akibat tergerus aliran Sungai Tuntang yang melintang di sepanjang jalur utama Grobogan menuju Salatiga dan Boyolali. 

“Agar tidak mengganggu proses perbaikan, dilakukan penutupan akses hingga proses perbaikan selesai,” kata Pengawas Jalan Bina Marga Jawa Tengah, Sugiyono, Kamis (24/3/2022). 

Jalan yang ditutup merupakan jalur utama bagi warga Kedungjati dan alternatif bagi pengendara dari luar kota, seperti Demak, Pati dan Semarang. Jalan yang longsor, merupakan jalur mudik yang ramai digunakan pemudik dari Salatiga maupun Boyolali. 

Untuk itu, proses perbaikan jalan dikebut dan diharapkan bisa digunakan saat arus mudik dan balik Lebaran. Ditargetkan, proses perbaikan selesai pada H-10 Lebaran 2022. 

“Untuk saat ini, kami akan melakukan pemadatan terlebih dahulu agar pengecoran jalan lebih mudah dan tidak mengalami kerusakan lagi,” ucapnya. 

Untuk menahan derasnya aliran Sungai Tuntang, Dinas Bina Marga Jawa Tengah akan memberikan pengaman pada bahu jalan. 

Kapolsek Kedungjati AKP Muslih mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Bina Marga untuk penutupan akses jalan dengan memasang poster imbauan pengalihan jalur. 

Seluruh kendaraan roda empat dialihkan melalui jalur Karanglangu, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan. Jarak tempuhnya memakan waktu dua kali lipat lebih jauh. Untuk kendaraan roda dua yang nekat melintas di lokasi longsor, bisa menerobos jalur darurat hutan yang sudah dipersiapkan. 

“Namun jika hujan deras, jalur tersebut sangat berbahaya dan sulit untuk dilalui,” kata AKP Muslih. 


Editor : Ary Wahyu Wibowo

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network