SEMARANG, iNews.id - Puluhan pelaku usaha hiburan dan musisi di Kabupaten Semarang, menggelar aksi lelang peralatan usaha di pinggir jalan, Kamis (12/8/2021). Aksi dilakukan karena mereka tak mampu lagi bertahan hidup di masa penerapan PPKM.
Aksi dadakan berjualan di emperan itu akibat usaha mereka telah gulung tikar karena sudah tak ada lagi penghasilan. Dengan menggunakan mobil bak terbuka, para pelaku usaha hiburan dan musisi melelang peralatan usaha di Jalan Diponegoro Ungaran.
Sambil berteriak kencang demi menarik minat para pengguna jalan, mereka memasarkan sejumlah peralatan yang selama ini menjadi sarana mencari nafkah.
Selain sound system, peralatan rias pengantin hingga alat musik, para pelaku usaha hiburan dan musisi juga menjual perangkat kamera foto dan video secara banting harga di emperan jalan.
Aksi ini merupakan bentuk ketidakberdayaan mereka akibat dampak penerapan PPKM darurat hingga level 4 yang membuat usaha yang telah dirintis selama puluhan tahun harus ambruk dalam sekejap.
Akhirnya, tak ada cara lain agar bisa menyambung hidup dengan menjual peralatan usaha dan beralih mencari pekerjaan.
“Kami dari teman-teman pelaku jasa entertainment, teman-teman sound system, musisi kemudian teman-teman videografi dan fotografi dan yang lain hari ini kita melakukan lelang aset alat secara bersama-sama,” kata Andrie Sabian, musisi Kabupaten Semarang.
“Aksi dilakukan karena kami sudah dua tahun ini tidak bisa berkarya, sedangkan kami pelaku usaha masih punya utang-utang kredit di bank. Sehingga kami merasa sangat berat untuk melakukan pembayaran,” katanya.
Selama pandemi Covid-19 melanda, pemasukan para pelaku usaha hiburan dan musisi terus mengalami penurunan ,
Usaha mereka pun akhirnya terhenti setelah pemerintah mulai menerapkan PPKM darurat yang melarang pengoperasian pelaku usaha nonesensial dan kritikal.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait