Warga lereng Gunung Slamet di Purbalingga menggelar tradisi perang tomat busuk. (Foto: iNews)

PURBALINGGA, iNews.id – Ribuan warga di lereng Gunung Slamet, tepatnya di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, menggelar tradisi unik berupa rebutan gunungan hasil bumi dan perang buah tomat. 

Tradisi tahunan yang menjadi simbol kearifan lokal ini digelar sebagai bentuk rasa syukur atas panen yang melimpah sekaligus pengingat untuk menjaga kelestarian alam.

Dua kegiatan ikonik tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara Festival Gunung Slamet (FGS) kesembilan yang diinisiasi oleh Pemerintah Desa Serang guna memajukan potensi wisata daerah. 

Kemeriahan langsung pecah saat ribuan warga yang memadati lokasi acara mulai merangsek dan menyerbu gunungan hasil bumi. Warga harus rela saling berdesakan demi bisa membawa pulang sayur-mayur segar. 

Sebelum diperebutkan oleh warga, sebanyak 12 gunungan yang berisi beragam jenis hasil bumi dan sayur-mayur tersebut diarak keliling desa terlebih dahulu. 

Selama prosesi arakan, warga satu desa kekompakannya terlihat dengan mengenakan berbagai busana adat Jawa yang menambah sakral jalannya tradisi.

Beragam sayur-mayur yang menghiasi belasan gunungan tersebut langsung ludes diperebutkan oleh warga hanya dalam waktu sekejap. 

Setelah prosesi rebutan gunungan selesai, keseruan berlanjut di halaman parkir Wisata Lembah Asri Serang. Ratusan petani dan warga setempat tampak bersiap dengan mengenakan pakaian unik sesuai kreasi kelompok masing-masing untuk mengikuti perang buah tomat. 

Tidak tanggung-tanggung, panitia menyediakan sembilan kuintal buah tomat sebagai senjata atau amunisi dalam peperangan massal ini. 

Buah tomat yang digunakan merupakan tomat yang sudah membusuk atau tidak laku dijual di pasaran, sehingga tidak membuang hasil panen yang bagus. 

Meski harus menahan sedikit rasa sakit akibat terkena lemparan tomat dari kubu lawan, para peserta mengaku sangat senang dan antusias.

"Seru sekali, meskipun kena lempar dan agak sakit tapi semua senang. Ini jadi momen tahunan buat kami bersyukur atas panen yang melimpah sekaligus jadi ajang silaturahmi biar sesama petani makin kompak," ujar salah satu peserta perang tomat, Husein, Kamis (9/7/2026).

Dongkrak Potensi Wisata Desa Serang

Kepala Desa Serang, Sugito menjelaskan, tradisi tahunan ini terbukti ampuh menarik minat wisatawan sekaligus mempererat tali persaudaraan antarwarga. 

Melalui Festival Gunung Slamet ini, pemerintah desa berharap kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun tetap terjaga, sementara roda perekonomian warga dari sektor pariwisata berbasis pertanian (agrowisata) dapat terus bertumbuh pesat.


Editor : Kastolani Marzuki

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network