PEKALONGAN, iNews.id - Peserta karnaval dari Tim Simone atau Simbang Gang One yang viral di media sosial menampilkan pertunjukan ala ritual satanic di acara Simbang Kulon Night Carnival di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, meminta maaf.
Akhid, perwakilan Tim Simone, menyampaikan permintaan maaf atas penampilan yang mereka bawakan dalam karnaval tersebut.
Dia mengaku menyesal karena kurang memahami konteks dan literasi terkait konsep yang mereka tampilkan.
“Kami dari perwakilan Tim Simeone meminta maaf, kami menyesal karena kami kurang literasi. Kami menyesal, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya, apabila ada pihak-pihak yang tersinggunga atas perform kami di atas panggung,” ujarnya, Senin (14/9/2026).
Akhid menjelaskan, konsep kostum dan aksi teatrikal tersebut terinspirasi dari penampilan karnaval yang mereka lihat sebelumnya. Menurutnya, tim hanya tertarik dengan kostum yang dinilai unik dan kemudian mengadaptasinya untuk pertunjukan.
Dalam karnaval tersebut, mereka berkostum menyerupai manusia berkepala kambing dengan ritual ala satanic.
“Kalau ide itu dari, kita melihat kostum unik lalu kita sewa, kita tiru idenya,” katanya.
Dia mengatakan, kostum tersebut disewa dari Malang. Setelah itu, anggota tim berlatih bersama dan mencari berbagai referensi penampilan karnaval melalui YouTube.
Pihaknya kemudian menggabungkan sejumlah referensi yang mereka lihat dari berbagai pertunjukan karnaval di Malang dan Magelang menjadi satu konsep penampilan.
Terkait adegan penyembelihan kambing yang turut menjadi sorotan, Akhid menegaskan bahwa tim memang memiliki rencana menyembelih kambing setelah acara selesai. Namun, dia membantah kegiatan tersebut berkaitan dengan ritual tertentu.
“Kami rencana sembelih kambing saat acara selesai, tidak ada maksud ritual apa pun. Untuk penyembelihan kambing murni untuk kita rahatan bersama setelah acara selesai,” ujarnya.
Akhid juga mengaku tidak mengetahui mengenai istilah atau konsep ritual satanic yang dikaitkan warganet dengan penampilan mereka.
“Kami tidak tahu apa itu ritual satanic, kami hanya melihat unik lalu adaptasi,” ucapnya.
Sebelumnya, Simbang Kulon Night Carnival di Kabupaten Pekalongan menuai kontroversi setelah video salah satu pertunjukan viral di media sosial.
Dalam video tersebut, sejumlah peserta terlihat mengenakan kostum dan memeragakan adegan teatrikal. Salah satu peserta mengenakan kostum menyerupai manusia berkepala kambing, sedangkan peserta lainnya tampak mengenakan jubah berwarna putih.
Pertunjukan itu juga menampilkan adegan yang dinilai sejumlah warganet menyerupai prosesi penyembelihan kambing.
Penampilan tersebut menjadi sorotan karena Simbang Kulon Night Carnival digelar dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Video yang beredar kemudian memicu beragam komentar dan perdebatan di media sosial.
Sejumlah warganet mempertanyakan konsep pertunjukan tersebut karena dinilai tidak sesuai dengan nuansa keagamaan dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait