SEMARANG, iNews.id - Aksi penculikan dengan modus mengaku sebagai anggota intel narkoba terjadi di wilayah Karanganyar, Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah. Korban bernama Maulana menjadi sasaran dua pria yang diduga polisi gadungan dan sempat dibawa paksa menggunakan sepeda motor setelah ditodong pistol.
Peristiwa ini terekam CCTV di lokasi rumah kos korban. Dalam rekaman terlihat dua pelaku datang menggunakan sepeda motor matik tanpa pelat nomor.
Salah satu pelaku mengenakan jaket ojek online untuk mengelabui warga sekitar, sementara rekannya menunggu di atas motor di depan gerbang kos.
Berdasarkan keterangan korban, pelaku mendatangi kamar kos dan mengaku sebagai anggota intel yang sedang pengembangan kasus narkoba. Pelaku kemudian menggertak korban dan menodongkan benda menyerupai pistol ke arah wajahnya. Di bawah ancaman senjata tersebut, korban tidak berani melawan.
Korban lalu dipaksa keluar kamar dan diperintahkan naik ke atas sepeda motor pelaku. Setelah itu, Maulana dibawa menuju arah perbatasan Kabupaten Demak.
Sepanjang perjalanan, pelaku berdalih sedang mengajak korban mencari bandar narkoba. Namun semakin jauh perjalanan, korban mulai merasa ada kejanggalan.
Saat melintas di kawasan yang relatif sepi dekat perbatasan Semarang-Demak, korban mulai yakin bahwa dia menjadi korban penculikan oleh polisi gadungan. Korban kemudian memanfaatkan momen ketika laju motor melambat untuk menyelamatkan diri.
"Saya curiga ini bukan polisi beneran. Pas motor agak melambat di daerah perbatasan, saya langsung nekat melompat dari atas motor dan berteriak sekencang-kencangnya meminta pertolongan warga sekitar," ujar Maulana dikutip dari iNews Semarang, Jumat (19/6/2026).
Teriakan korban membuat warga sekitar berdatangan ke lokasi. Melihat situasi tersebut, para pelaku panik dan langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor.
Akibat melompat dari kendaraan yang sedang bergerak, korban mengalami luka robek dan memar pada bagian lutut. Meski berhasil menyelamatkan diri dari penculikan, korban harus kehilangan sejumlah barang berharganya.
Pelaku diketahui berhasil membawa kabur satu unit telepon genggam milik korban. Selain itu, sepeda motor korban yang ditinggalkan di rumah kos juga ikut dirampas oleh para pelaku.
Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke ke polisi untuk ditindaklanjuti.
Kapolsek Pedurungan Kompol Navy, menegaskan kedua pria yang melakukan aksi tersebut bukan anggota Polri. Hasil pengecekan internal menunjukkan pelaku merupakan penjahat yang menggunakan modus mengaku sebagai aparat penegak hukum untuk memperdaya korban.
"Kami tegaskan dan pastikan bahwa kedua pelaku tersebut bukanlah anggota intel kepolisian. Itu modus penipuan dan perampasan," ucapnya.
Polisi saat ini masih menyelidiki untuk mengidentifikasi dan memburu kedua pelaku. Selain itu mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap orang yang mengaku sebagai anggota polisi, terutama jika datang tanpa identitas resmi.
Warga diminta tidak ragu meminta menunjukkan kartu tanda anggota (KTA) apabila ada seseorang berpakaian preman yang mengaku sebagai aparat dan melakukan tindakan penegakan hukum.
Petugas berharap masyarakat segera melapor ke kantor polisi terdekat apabila menemukan kejadian serupa guna mencegah munculnya korban lainnya.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait