Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) DIY, GKR Hemas (paling kanan). (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Prevalensi penderita kanker di Daerah Istimewa Yogykarta (DIY) di atas angka nasional. Sesuai riset kesehatan dasar (Riskesda) angka prevalensi di DIY mencapai 4,86 per 1.000, sedangkan secara nasional 1,79 per 1.000.

Melihat angka ini, Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) DIY GKR Hemas meminta penderita kanker melakukan perawatan ke lembaga medis bukan ke pengobatan alternatif.

"Kami minta pengurus untuk menyosialisasikan agar penderita tidak ke alternatif tapi ke rumah sakit atau dokter," kata GKR Hemas usai melantik Pengurus YKI Cabang Kulonprogo, Selasa (28/1/2020).

GKR Hemas mengatakan dari beberapa temuan, penderita kanker baru melakukan pemeriksaan secara medis setelah stadium lanjut. Padahal penyebaran kanker bisa dicegah dengan berbagai pengobatan.

Permaisuri Keraton Yogyakarta ini menyebutkan, jumlah penderita kanker payudara masih mendominasi.

"Tertinggi tetap kanker payudara, disusul kanker serviks dan kanker usus," jelasnya.

Dia juga melihat tingginya kasus kanker banyak dipengaruhi dari gaya hidup tidak sehat, seperti konsumsi makanan cepat saji, merokok hingga tidur tengah malam.

Pembina YKI cabang Kulonprogo Sri Budi Utami menuturkan di Kulonprogo sudah dilakukan berbagai upaya untuk menekan kanker. Mulai dari sosialisasi deteksi dini kanker payudara hingga penempatan petugas di puskesmas.

"Lembaga kesehatan di Kulonprogo juga sudah siap dan bisa dilakukan secara berjenjang," ujarnya.


Editor : Nani Suherni

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network