Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Andi Herman. Foto: ANTARA/I.C.Senjaya.
Antara

SEMARANG, iNews.id - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah mencatat 45 perkara tindak pidana umum diselesaikan melalui keadilan restorative atau restorative justice. Puluhan perkara itu ditangani di berbagai kejaksaan negeri (Kejari) di Jawa Tengah selama tahun 2022.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajari) Jawa Tengah Andi Herman mengatakan, kasus-kasus yang diselesaikan melalui keadilan restoratif bukan termasuk dalam tindak pidana berat.

"Sebenarnya ada 52 kasus yang diusulkan, tetapi setelah dievaluasi, tujuh kasus dinilai tidak memenuhi syarat," kata Andi Herman usai peringatan Hari Bhakti Ke-62 Adhiyaksa Jumat (22/7/2022). 

Terhadap tujuh kasus yang tidak memenuhi syarat untuk diselesaikan melalui keadilan restoratif, masih akan tetap memperoleh pertimbangan khusus meski akhirnya dilimpahkan ke pengadilan.

"Sebenarnya perkaranya sudah berdamai, namun ada syarat yang tidak terpenuhi," katanya.

Menurut dia, jaksa penuntut umum nantinya tetap akan memberikan tuntutan yang ringan.

Kejaksaan sendiri, telah memiliki 57 Rumah Restorative Justice yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Tengah.

Ia mempersilakan masyarakat untuk memanfaatkannya sebagai bagian dari sosialisasi maupun edukasi tentang keadilan restoratif.


Editor : Ary Wahyu Wibowo

BERITA TERKAIT