PEKALONGAN, iNews.id – Banjir yang melanda Kota Pekalongan, Jawa Tengah, tidak hanya merendam permukiman, namun juga melumpuhkan jalur transportasi vital. Hingga Minggu (18/1/2026) siang, jalur rel kereta api di ruas sebelah barat Stasiun Pekalongan masih terendam genangan air cukup tinggi.
Genangan banjir dilaporkan merendam bantalan rel sepanjang 500 meter dengan ketinggian air berkisar antara 20 cm hingga mencapai 50 cm di titik terdalam.
Merespons kondisi tersebut, puluhan petugas dari PT KAI dikerahkan ke lokasi untuk melakukan perbaikan dan penguatan bantalan rel. Petugas bekerja ekstra di tengah rendaman air guna memastikan koral dan bantal rel tidak tergerus arus air yang dapat menyebabkan rel gembos atau bergeser.
"Upaya penguatan bantal rel terus dilakukan agar infrastruktur tidak mengalami kerusakan lebih parah. Kami fokus pada stabilitas jalur agar tetap aman dilalui meski dalam kondisi darurat," ungkap Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif.
Meski lintasan masih terendam, PT KAI belum menutup total jalur tersebut. Sejumlah perjalanan kereta api masih diizinkan melintas, namun dengan pengawasan ketat dan pembatasan kecepatan yang drastis.
Setiap rangkaian kereta yang melewati ruas barat Stasiun Pekalongan hanya diperbolehkan melaju dengan kecepatan maksimal 5 kilometer per jam. Langkah ini diambil untuk menjaga keselamatan perjalanan dan meminimalisir guncangan pada rel yang bantalannya sedang dalam kondisi labil akibat air.
Daop 4 Semarang terus melakukan pemantauan intensif selama 24 jam. Jika ketinggian air terus meningkat dan melewati batas aman operasi, skema pengalihan rute atau pembatalan perjalanan akan segera dilakukan untuk menjamin keselamatan penumpang.
"Petugas akan terus bersiaga di titik-titik rawan sampai banjir surut. Kami mengimbau penumpang untuk tetap tenang dan selalu memantau informasi resmi melalui aplikasi KAI Access atau media sosial resmi KAI," kata Luqman Arif.
Bagi calon penumpang yang terdampak keterlambatan akibat pembatasan kecepatan ini, PT KAI menyampaikan permohonan maaf dan memastikan pelayanan di stasiun tetap berjalan maksimal.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait