KENDAL, iNews.id - Seorang operator traktor bernama Muryono (60) ditemukan meninggal dunia di areal perkebunan tebu Blok Jerukwangi, Dusun Ngareanak, Desa Ngareanak, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Minggu (9/8/2026). Korban merupakan warga Desa Wanamulya, Kabupaten Pemalang.
Kapolsek Singorojo AKP Sudali mengatakan, saat kejadian dia sedang bekerja sebagai operator traktor di kawasan perkebunan tebu. Korban berangkat bekerja seperti biasa pada Minggu pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Namun hingga sore hari, Muryono tidak kunjung kembali dari lokasi tempatnya bekerja.
"Biasanya sekitar pukul 17.00 WIB korban sudah pulang. Karena belum kembali, rekan kerjanya mencoba menghubungi lewat telepon, tetapi tidak ada jawaban meski ponselnya masih aktif," ujarnya dikutip dari iNews Pantura, Senin (10/8/2026).
Rekan kerja yang khawatir kemudian melaporkan kondisi tersebut kepada mandor perkebunan. Mereka bersama sejumlah pekerja selanjutnya mendatangi lokasi terakhir korban bekerja.
Setibanya di lokasi, Muryono ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia. Posisi tubuh korban tertelungkup tidak jauh dari traktor yang digunakannya bekerja.
Peristiwa itu pertama kali dilaporkan Supranoto, rekan kerja korban yang juga karyawan. Petugas kemudian mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan awal terhadap tubuh korban.
Polisi menemukan luka lecet ringan pada bagian pelipis. Luka tersebut diduga muncul akibat benturan dengan dudukan kayu traktor saat korban terjatuh.
"Dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban diduga mengalami serangan jantung saat bekerja karena memiliki riwayat penyakit jantung," ujarnya.
Jenazah Muryono kemudian dievakuasi ke Puskesmas Boja untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, Muryono meninggal akibat sakit saat menjalankan pekerjaannya sebagai operator traktor.
Polisi juga menyebut korban memiliki riwayat penyakit jantung sehingga dugaan awal mengarah pada serangan jantung. Setelah proses penanganan selesai, jenazah akan diserahkan kepada pihak perusahaan perkebunan untuk keperluan administrasi sebelum diberangkatkan ke rumah duka di Salatiga.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait