Longsor di Semarang menyebabkan jalan penghubung amblas sepanjang 15 meter, memaksa warga memutar sejauh 1,5 kilometer melalui jalur alternatif. (Foto: iNews TV/Lurisa Lulu)

SEMARANG, iNews.id - Bencana longsor melanda Dusun Kirang, Desa Sukorejo, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (19/4/2026). Longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak malam hari.

Akibatnya, jalan penghubung alternatif antara Kabupaten Semarang dan Boyolali terputus total. Detik-detik mencekam saat jalan mendadak longsor ini terekam video hingga viral di media sosial. 

Dampaknya, aktivitas warga terganggu, terutama bagi pelajar dan pekerja. Longsor menyebabkan badan jalan ambles sepanjang kurang lebih 15 meter dengan kedalaman mencapai 50 meter.

Material tanah runtuh hingga masuk ke aliran sungai, sehingga jalan tidak bisa dilalui kendaraan.

Salah satu pengguna jalan, Fajar Ardianto, mengungkapkan awal mula kejadian tersebut.

"Dari semalang hujan, terus pagi tanah sudah bergerak lalu longsor," ujarnya, Minggu (19/4/2026).

Warga sebenarnya telah melihat tanda-tanda longsor sejak beberapa hari sebelumnya. Sebab retakan jalan sudah terlihat dan semakin melebar sebelum akhirnya ambles.

Bahkan, kejadian ini merupakan yang kedua kalinya terjadi di lokasi yang sama meski sebelumnya sudah diperbaiki. Hal ini menunjukkan kondisi tanah yang labil dan rawan longsor.

Akibat jalan putus, warga terpaksa mencari jalur alternatif untuk beraktivitas sehari-hari. Hal ini disampaikan Rusmidi, warga setempat yang mengaku kini harus memutar cukup jauh karena putusnya akses jalan.

"Akses jalan putus jadi warga harus memutar sejauh 1,5 kilometer," katanya.

Jalur alternatif tersebut bahkan harus melewati area persawahan dengan medan yang cukup berisiko. Putusnya jalan penghubung ini sangat berdampak pada mobilitas warga.

Pelajar dan pekerja harus menempuh jarak lebih jauh untuk mencapai tujuan mereka. Selain itu, kondisi medan yang tidak aman juga meningkatkan risiko kecelakaan.

Hingga saat ini, jalan masih belum dapat dilalui dan warga diimbau untuk tetap berhati-hati saat menggunakan jalur alternatif. Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan, mengingat jalur tersebut merupakan akses penting.


Editor : Donald Karouw

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network