SEMARANG, iNews.id - Pabrik narkoba golongan I jenis Zenith dibongkar polisi di kawasan Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah. Pengungkapan kasus industri rumahan obat keras ini semakin mengejutkan setelah muncul dugaan keterlibatan oknum polisi.
Kasus ini kini tengah didalami oleh pihak berwenang. Polisi memastikan proses penyelidikan masih berjalan untuk mengungkap peran oknum anggota Polri tersebut dalam jaringan produksi narkotika.
"Benar (ada dugaan keterlibatan oknum Polri) dan masih didalami peran sertanya, mohon waktu ya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Selasa (14/4/2026).
Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat terkait peredaran obat berbahaya di wilayah Jakarta Barat. Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga berhasil menangkap seorang pria berinisial P di Penjaringan, Jakarta Utara.
Dari tangan P, petugas menyita sebanyak 120.000 butir Zenith. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, dia diduga berperan sebagai kurir dalam jaringan tersebut.
Pengembangan kasus kemudian mengarah ke tersangka utama berinisial D. Dia diduga sebagai pengendali jaringan sekaligus operator pabrik dari luar kota.
Polisi berhasil menangkap D di kediamannya. Dari lokasi tersebut, ditemukan gudang yang disulap menjadi laboratorium produksi narkotika.
Dalam penggerebekan itu, polisi menyita 186.000 butir tablet Zenith siap edar. Selain itu, ditemukan pula 1,83 ton bahan baku prekursor yang siap diproduksi menjadi jutaan butir obat terlarang.
Barang bukti tersebut menunjukkan skala produksi yang besar dan terorganisir. Pabrik ilegal ini diduga mampu memproduksi jutaan butir Zenith dalam waktu singkat.
"Keberhasilan menggagalkan peredaran lebih dari 4,3 juta butir Zenith ini secara langsung telah menyelamatkan sedikitnya 4,3 juta jiwa anak bangsa dari risiko kerusakan saraf permanen hingga kematian," katanya.
Polisi masih terus melakukan pendalaman terkait jaringan ini. Termasuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk oknum yang diduga terlibat.
Pengungkapan ini menjadi perhatian serius karena melibatkan dugaan aparat penegak hukum. Polda Metro Jaya menegaskan komitmen untuk menindak tegas siapa pun yang terlibat tanpa pandang bulu.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait