Petugas memasang garis polisi di lokasi rumah terbakar di Banyumanik. Semarang, yang menewaskan dua balita setelah sempat dirawat di rumah sakit. (Foto: iNews TV/ANDRE APRIANTO)

SEMARANG, iNews.id - Kebakaran hebat melanda sebuah rumah di Jalan Cendana Timur, Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (27/8/2026). Dua balita yang sempat mendapat perawatan medis akhirnya meninggal dunia akibat luka bakar, sementara seorang asisten rumah tangga masih menjalani perawatan.

Peristiwa tragis tersebut terjadi Kamis (27/8/2026) pukul 11.30 WIB. Saat kebakaran terjadi, tiga penghuni rumah berada di dalam bangunan, sementara kedua orang tua korban diketahui sedang bekerja di luar rumah.

Kobaran api dengan cepat membesar dan menghanguskan bagian dalam rumah. Warga yang melihat kejadian langsung berupaya melakukan pertolongan, termasuk mengevakuasi para korban sambil menunggu petugas pemadam kebakaran tiba.

Dua balita meninggal ini yakni AM (4) dan AN (2) yang sempat dilarikan ke RS Hermina Banyumanik untuk mendapatkan perawatan. Namun, kondisi keduanya terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.

Sementara satu korban lainnya, N, seorang asisten rumah tangga berusia sekitar 50 tahun, mengalami luka bakar serius dan masih menjalani perawatan medis.

Saksi mata menyebut, sebelum kebakaran terjadi terdengar suara ledakan dari dalam rumah. Tidak lama setelah itu, asap hitam pekat terlihat keluar disusul kobaran api yang membesar.

Mutiah, tetangga korban, mengatakan suara ledakan tersebut membuat warga panik dan langsung meminta bantuan.

“Semua terdengar suara ledakan yang cukup keras. Setelah itu terlihat api dan asap pekat. Saya langsung berteriak minta tolong dan meminta tetangga membantu,” ujar Mutiah, Jumat (28/8/2026).

Warga kemudian berusaha melakukan pemadaman awal menggunakan peralatan seadanya. Namun, api dengan cepat membesar dan membakar bagian dalam rumah.

Petugas Pemadam Kebakaran Kota Semarang kemudian diterjunkan ke lokasi. Lima unit armada dikerahkan untuk memadamkan api. Proses pemadaman sempat terkendala kondisi permukiman yang padat serta akses jalan yang sempit. Petugas harus berhati-hati untuk menjangkau titik kebakaran.

Setelah sekitar 2 jam, api akhirnya berhasil dikendalikan dan petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali muncul.

Kapolsek Banyumanik Kompol Hengky Prasetyo mengatakan, pihaknya langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan untuk melakukan pengamanan dan membantu proses penanganan korban.

“Begitu menerima laporan, anggota langsung mendatangi lokasi untuk memastikan situasi aman, melakukan pengecekan awal, mendata korban dan saksi, serta berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran. Prioritas kami adalah keselamatan masyarakat, khususnya korban yang membutuhkan pertolongan,” ujar Kompol Hengky.

Dari pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu kebocoran gas LPG yang kemudian menyambar sumber api di dalam rumah. Namun, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

“Untuk penyebab kebakaran masih kami dalami. Kami tidak ingin menyimpulkan terlalu dini. Petugas masih mengumpulkan keterangan dari saksi dan memeriksa kondisi di lokasi untuk mengetahui secara pasti bagaimana kebakaran tersebut terjadi,” katanya.

Polisi juga menemukan sejumlah instalasi listrik rumah tangga dalam kondisi terbakar di lokasi kejadian. Garis polisi telah dipasang untuk mendukung proses pemeriksaan. Akibat kebakaran tersebut, satu unit rumah mengalami kerusakan berat. Kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.


Editor : Donald Karouw

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network