KENDAL, iNews.id – Wacana kenaikan ongkos naik haji tahun 2023 menjadi Rp69,19 juta oleh Kementerian Agama (Kemenag) dikeluhkan calon jemaah haji di Kabupaten Kendal. Mereka mengaku keberatan dengan kenaikan yang hampir 40 persen karena terlalu mahal.
Salah satu warga Kendal, Dul Wahid mengatakan, ayahnya diperkirakan berangkat haji tahun ini. Dia mengaku sangat keberatan jika biaya haji naik menjadi Rp69 juta. Kenaikan biaya yang mencapai 40 persen dari biaya haji tahun sebelumnya dinilai tidak wajar.
“Jika naiknya hanya Rp5 juta masih dimaklumi. Dilihat dari mayoritas calon ibadah haji di Kendal adalah masyarakat menengah ke bawah,” kata Dul Wahid, Sabtu (28/1/2023).
Banyak calon jemaah menabung bertahun-tahun agar bisa berangkat haji. Jika biaya mengalami kenaikan yang tinggi, dikhawatirkan banyak yang tidak bisa melunasi pembayaran biaya haji tahun ini.
Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Kendal Nur Koidah mengatakan, sampai saat ini masih menunggu keputusan dari pemerintah. Pihaknya belum bisa memberikan penjelasan apa pun kepada calon jemaah tentang kenaikan biaya ibadah haji.
“Hal itu baru sekadar wacana, demikian pula tentang kuota haji untuk Kabupaten Kendal ditambah atau dikurangi, juga masih menunggu keputusan dari pemerintah.
Kuota haji untuk Kabupaten Kendal pada tahun 2022 sebanyak 493 orang. Jumlah itu separuh dari kuota tahun 2020 sebanyak 978 orang.
Meski biaya haji tiap tahun mengalami kenaikan, namun antusias masyarakat Kendal yang mendaftar ke Kantor Kemenag Kendal cukup tinggi. Setiap hari, rata-rata ada 20 orang yang mendaftar haji, sehingga masa tunggu sampai 30 tahun.
Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait