get app
inews
Aa Text
Read Next : Lansia di Banjarnegara Tewas Terjatuh ke Jurang 80 Meter, Evakuasi Dramatis

1.000 Penari Geol Cilik Berlenggak-Lenggok di Alun-Alun Banjarnegara

Minggu, 26 Agustus 2018 - 14:33:00 WIB
1.000 Penari Geol Cilik Berlenggak-Lenggok di Alun-Alun Banjarnegara
1.000 penari cilik mementaskan Tari Geol di alun-alun Kota Banjarnegara, Minggu (26/8/2018). (Foto: iNews/Elis Novit)

BANJARNEGARA, iNews.id - Pentas tari di panggung atau di ruang pentas seni mungkin sudah biasa, di Banjarnegara, Jawa Tengah, ada pementasan tari unik digelar di alun-alun kota. Jumlah pesertanya bahkan mencapai lebih dari 1.000 orang dengan gerakan dan irama yang serasi.

Sebanyak 1000 penari cilik yang terdiri dari pelajar sd dan smp ini berseragam menggunakan pakaian adat melakukan pertunjukan tari masal di alun alun kota banjarnegara jawa tengah.

1000 penari cilik ini dengan kompak menari Tarian Geol khas Kabupaten Banjarnegara, mengikuti irama lagu. Pementasan tari dengan penari terbanyak ini cukup mengundang perhatian masyarakat dan wisatawan.

“Tarian ini dilakukan dalam rangka kampanye pelestarian budaya daerah sekaligus peringatan hari jadi Banjarnegara yang ke 187. Panitia hari jadi sengaja mementasakan Tari Geol dengan jumlah penari terbanyak ini untuk mengenalkan kepada masyarakat, tentang kesenian dan budaya asli warisan leluhur yang patut untuk dilestarikan,” kata Kadis Pariwisata Banjarnegara, Dwi Suryanto, Minggu (26/8/2018).

Setiap gerakan tari ini memiliki makna yang dalam, mulai dari gerakan kaki yang mencerminkan menuju ke arah kebaikan, membudayakan menolong sesama dan berbagi, hingga gerakan angguk kepala yang berarti pemahaman akan ilmu.

Pementasan 1.000 penari ini dilakukan dengan persiapan hanya satu pekan. Meski persiapan begitu singkat, gerakan tari dan kekompakan terlihat cukup indah dan serasi. Pementasan Tari Geol massal ini dilakukan selama 30 menit. Aksi penari cilik dengan menggunakan pakaian adat cukup menyedot perhatian warga yang menonton.

“Pementasan 1.000 penari ini di harapkan bisa menumbuhkan kecintaan akan budaya dan kesenian daerah. Di tengah masuknya budaya dan pengaruh asing yang mulai merusak mental dan moral generasi penerus bangsa,” ucap Dwi.

Editor: Himas Puspito Putra

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut