100 Ribu Pemudik Dihalau Masuk ke Jateng, 700 Ribu Orang Lolos

Yunibar, Kristadi ยท Rabu, 29 April 2020 - 23:44 WIB
100 Ribu Pemudik Dihalau Masuk ke Jateng, 700 Ribu Orang Lolos
kendaraan pemudik terpaksa dihalau kembali ke daerah asal saat masuk ke wilayah Jateng di Pintu Tol Pejagan, Brebes. (Foto: iNews/Yunibar)

BREBES, iNews.id – Sebanyak 100.000 pemudik terpaksa dihalau dan diputar balikan kembali ke daerah asal saat masuk ke wilayah Jawa Tengah. Jumlah itu terhitung sejak sejak larangan mudik untuk mencegah penyebaran virus corona diberlakukan 24 April 2020 lalu.

Sedangkan total pemudik yang sudah masuk ke wilayah Jateng sebelum larangan mudik diberlakukan tercatat sebanyak 700.000 orang.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengatakan, tindakan petugas memutar balik kembali para pemudik untuk menegakan aturan larangan mudik yang diputuskan Presiden Jokowi.

“Kegiatan ini kita melakukan pemantauan di titik-titik pemantauan lalulintas sekaligus yang kita gunakan juga titik-titik penyekatan arus mudik yang masuk ke Jawa Tengah tahun 2020," ungkapnya saat memantau penyekatan arus di Jalan Tol Pejagan, Brebes, Rabu (29/4/2020) sore.

Rycko mengatakan, pemantauan ini dilaksanakan untuk kesiapan menyambut kegiatan Lebaran 2020. Menurut Rycko, Operasi Ketupat Candi 20020 kali ini berbeda dengan tahun tahun sebelumnya.

Kalau tahun sebelumnya, melakukan pemantauan terhadap masuknya arus mudik dan pengamanan di pusat-pusat keramaian termasuk tempat ibadah.

"Seperti kita ketahui saat ini kita masih dilanda pandemi virus corona, yang terjadi di seluruh belahan dunia termasuk di Jateng. Untuk tahun ini berbeda, pemantauan kita bukan memantau kelancaran arus mudik, tetapi sebaliknya. Kita melakukan penyekatan terhadap arus mudik,” katanya. 

Kapolda Jateng memeriksa pengendara mobil yang melintas di Tol Pejagan, Brebes. (Foto: iNews/Yunibar)
Kapolda Jateng memeriksa pengendara mobil yang melintas di Tol Pejagan, Brebes. (Foto: iNews/Yunibar)

Rycko mengatakan, berdasarkan hal tersebut maka pemerintah mengambil keputusan untuk melarang mudik lebaran 2020, dan diberlakukan sejak terhitung mulai tanggal 24 April yang lalu. Sehingga berdasarkan atas kebijakan pemerintah tersebut maka pola Operasi berbeda dengan sebelumnya.

"Dari pemantauan kelancaran arus mudik menjadi proses penyekatan arus mudik. Di Jawa tengah terdapat 13 titik start, 3 diantaranya berada di wilayah Pantura dan sisanya diwilayah selatan dan timur, untuk menyekat arus dari timur dan arus dari barat," ujarnya.

Rycko membeberkan, sebelum memasuki bulan Ramadan dan masyarakat yang telah mendahului masuk ke Jawa Tengah dan pulang ke rumah sudah hampir 700.000 orang Mereka masuk ke Jateng sebelum Operasi Ketupat dan larangan mudik.

"Kemudian memasuki operasi Ketupat, 24 April yang lalu, kurang lebih ada 100 ribu pemudik yang sudah masuk ke Jateng. Kita lakukan balik kembali ke Jakarta. Hari ini kurang lebih ada 40 kendaraan kerena mudik," ujarrnya.

Polda Jateng dan jajaran terus melakukan penyekatan dan imbauan kepada masyarakat untuk tidak mudik. Rycko juga mengimbau kepada anggotanya untuk tetap mengedepankan sikap humanis.


Editor : Kastolani Marzuki