4 Balita di Kota Solo Meninggal akibat DBD

Septyantoro ยท Sabtu, 18 Juli 2020 - 10:17 WIB
4 Balita di Kota Solo Meninggal akibat DBD
Ilustrasi

SOLO, iNews.id - Di tengah kekhawatiran penularan Covid-19, Dinas Kesehatan Kota Solo, Jawa Tengah mencatat empat kasus kematian balita akibat demam berdarah dengue (DBD). Sepanjang tahun 2020 tercatat sebanyak 85 kasus DBD di Kota Solo.

Kasus kematian balita akibat DBD itu dilaporkan terjadi di Kelurahan Mojosongo, Kelurahan Kampung Sewu, Kelurahan Gandekan dan Kelurahan Banyuanyar. Pemkot Solo pun langsung bergerak melakukan fogging. Mereka melakukan pengasapan di semua gang perumahan empat keluharan tersebut.

Bambang salah satu warga yang juga relawa mengungkapkan pengasapan hanya membunuh nyamuk aides aegepty dewasa. Sedangkan telur nyamuk yang berada di air bersih tidak mati. sehingga harus ada pemberantasan sarang nyamuk (PSN) untuk memberantas jentik nyamuk.

Dia menduga banyak warga yang tak sigap menghadapi pancaroba karena Covid-19. Sehingga mereka lupa membersihkan area yang jadi sarang nyamuk.

"Karena ada Covid-19, warga jadi lupa kalau ada pancaroba, sehingga wabah DBD jadi malah tersingkirkan," ucap Bambang.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo Siti Wahyuningsih mengatakan, pihaknya tidak ingin terlena dengan kasus Covid-19. Dia tidak ingin korban DBD malah tersingkirkan.

"Tahun ini menurut saya kasus DBD ada kenaikan. Jadi kita harus waspada juga. Jangan sampai kita terlena ngurusin Covid-19, DBDnya tidak kita sentuh," kata Sri.

Dia menjabarkan, di tahun 2019, kasus kematian akibat DBD hanya satu orang dari 160 kasus. Namun tahun 2020 ini, sudah ada empat kasus kematian dari 85 kasus.


Editor : Nani Suherni