4 Kecamatan di Banyumas Rawan Terkena Erupsi Gunung Slamet, Jalur Evakuasi Rusak

Antara ยท Senin, 12 Agustus 2019 - 17:51 WIB
4 Kecamatan di Banyumas Rawan Terkena Erupsi Gunung Slamet, Jalur Evakuasi Rusak
Warga dan petugas mengabadikan letupan asap putih dari puncak Gunung Slamet yang saat ini berstatus Waspada di Purbalingga. (Foto: iNews.id/Catur Edi Purwanto)

PURWOKERTO, iNews.id – Empat kecamatan di Kabupaten Banyumas paling rawan terdampak erupsi Gunung Slamet. Keempat kecamatan itu yakni, Baturraden, Cilongok, Sumbang dan Kedungbanteng.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas Ariono Poerwanto mengatakan, sudah mengecek persiapan jalur evakuasi di sejumlah wilayah lereng selatan Gunung Slamet.

"Jalur evakuasi enggak ada masalah, kalau yang rusak sudah saya laporkan ke Dinas Pekerjaan Umum selaku pihak yang menanganinya. Jalur evakuasi yang rusak di antaranya berada di Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, dan Desa Windujaya, Kecamatan Kedungbanteng," katanya, Senin (12/8/2019).

Menurut dia, BPBD juga berencana menambah rambu-rambu jalur evakuasi agar jarak antarrambu lebih pendek.
Dalam hal ini, jika sebelumnya rambu-rambu jalur evakuasi tersebut hanya terpasang di persimpangan jalan besar, nantinya di persimpangan jalan kecil pun akan terpasang rambu jalur evakuasi.

"Jadi nantinya akan ada rambu antara, yakni rambu jalur evakuasi di persimpangan jalan kecil. Anggaran pengadaan jalur evakuasi ini sudah dialokasikan dalam APBD Perubahan 2019," katanya.

Ariono mengatakan, BPBD juga telah menyiagakan sukarelawan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya erupsi Gunung Slamet.

“Kami dalam waktu dekat akan mengadakan pertemuan dengan para sukarelawan. Namun secara online melalui grup WhatsApp kami telah memosisikan para sukarelawan termasuk meminta mereka untuk mengecek radio komunikasi," katanya.

Menurut dia, hal itu dilakukan karena dalam status waspada atau Level II dapat dikatakan bahwa Gunung Slamet sedang mengumpulkan energi.

Dengan demikian ketika status Gunung Slamet kembali ditingkatkan ke level yang lebih tinggi, yakni siaga (Level III) hingga awas (Level IV), para sukarelawan beserta peralatannya sudah siap melakukan langkah-langkah untuk meminimalisasi terjadinya korban.

Berdasarkan data dari Pos Pengamatan Gunung Api Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, dalam pengamatan visual yang dilakukan pada hari Senin (12/8), pukul 06.00-12 WIB, Gunung Slamet teramati jelas dan kabut 0-I hingga kabut 0-II.

Selain itu, asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal dan tinggi 25-50 m di atas puncak kawah.

Sementara dari sisi kegempaan, gempa embusan tercatat sebanyak 152 kali dengan amplitudo 2-14 milimeter dan durasi 15-55 detik, serta tremor menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 0.5-3 milimeter (dominan 2 milimeter).

Dengan demikian, Gunung Slamet yang berada di antara Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes masih berstatus waspada (Level II), sehingga masyarakat dan pengunjung atau wisatawan direkomendasikan untuk tidak berada atau beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah puncak Gunung Slamet. 


Editor : Kastolani Marzuki