8 Hal Ini Bisa Membatalkan Puasa Ramadan

Kastolani · Rabu, 20 Mei 2020 - 06:22 WIB
8 Hal Ini Bisa Membatalkan Puasa Ramadan
Ilustrasi puasa. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id – Puasa Bulan Ramadan merupakan kewajiban tiap Muslim yang sehat, berakal, dan balig (dewasa). Puasa ini diwajibkan kepada Muslim seperti yang telah ditetapkan Allah terhadap umat sebelumnya.

Dalam Alquran, Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa. (QS Al Baqarah: 183)

Mufasir Ibnu Katsir menerangkan, melalui ayat ini Allah SWT ber-khitab kepada orang-orang mukmin dari kalangan umat ini dan memerintahkan kepada mereka berpuasa, yaitu menahan diri dari makan dan minum serta bersenggama dengan niat yang ikhlas karena Allah SWT.

Karena di dalam berpuasa terkandung hikmah membersihkan jiwa, menyucikannya serta membebaskannya dari endapan-endapan yang buruk (bagi kesehatan tubuh) dan akhlak-akhlak yang rendah.

Allah menyebutkan, sebagaimana puasa diwajibkan atas mereka, sesungguhnya Allah pun telah mewajibkannya atas umat-umat sebelum mereka. Dengan demikian, berarti mereka mempunyai teladan dalam berpuasa, dan hal ini memberikan semangat kepada mereka dalam menunaikan kewajiban ini, yaitu dengan penunaian yang lebih sempurna dari apa yang telah ditunaikan oleh orang-orang sebelum mereka.

Puasa sejatinya salah satu ibadah yang mengharuskan seseorang untuk  mampu menahan diri dari hal-hal maupun perbuatan yang membatalkan puasa, seperti makan dan minum dengan sengaja, muntah dengan sengaja, haid atau  nifas, bersetubuh, keluarnya mani dengan sengaja, dan murtad.

Berikut 8 hal yang bisa membatalkan puasa yang dirangkum iNews.id dikutip dari tebuireng.online:

1. Makan dan Minum dengan Sengaja

Ulama sepakat jika makan dan minum dengan sengaja adalah satu dari sekian banyak hal yang dapat membatalkan puasa. Makan dan minum yang dimaksudkan adalah memasukkan sesuatu ke dalam mulut, baik yang memberikan manfaat ataupun yang berbahaya. Namun jika melakukannya dengan tanpa sadar atau lupa, maka tidak membatalkan puasa. Dalam konteks ini Nabi bersabda:

إِذَا نَسِىَ فَأَكَلَ وَشَرِبَ فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ ، فَإِنَّمَا أَطْعَمَهُ اللَّهُ وَسَقَاهُ

Apabila seseorang makan dan minum dalam keadaan lupa, hendaklah dia tetap menyempurnakan puasanya karena Allah telah memberi dia makan dan minum.”(HR Bukhori-Muslim)

2. Muntah dengan Sengaja

Muntah yang disengaja dapat membatalkan puasa. Namun jika tidak disengaja tidak batal puasanya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ ذَرَعَهُ قَىْءٌ وَهُوَ صَائِمٌ فَلَيْسَ عَلَيْهِ قَضَاءٌ وَإِنِ اسْتَقَاءَ فَلْيَقْضِ

Barangsiapa yang muntah menguasainya (muntah tidak sengaja) sedangkan dia dalam keadaan puasa, maka tidak ada qadha’ baginya. Namun apabila dia muntah (dengan sengaja), maka wajib baginya membayar qadha”.

3. Haid dan Nifas

Keluarnya darah dari rahim perempuan, baik haidl ataupun nifas juga dapat membatalkan puasa. Oleh karena itu, bagi perempuan yang mendapatinya (pagi atau siang hari) bersegeralah untuk membatalkan puasanya dan menqadlanya di lain waktu. Dari Abu Sa’id al Khudri, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَلَيْسَ إِذَا حَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ وَلَمْ تَصُمْ » . قُلْنَ بَلَى . قَالَ « فَذَلِكَ مِنْ نُقْصَانِ دِينِهَا

Bukankah kalau wanita tersebut haidh, dia tidak shalat dan juga tidak menunaikan puasa?” Para wanita menjawab, “Betul.” Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Itulah kekurangan agama wanita.”

4. Bersetubuh dengan istri di Siang Hari

Bersetubuh atau melakukan subungan seksual dengan sadar dan sengaja merupakan penyebab batalnya puasa. Adapaun batasan seseorang dapat diakatakan melakukan hubungan seksual adalah batas minimal masuknya khasafah (batang kelamin pria) ke dalam farji (vagina), dan apabila kurang dari itu maka tidak dikatagorikan hubungan seksual dan tidak membatalkan puasa.

5. Keluar Air Mani dengan Sengaja

Seseorang yang bercumbu hingga mengeluarkan mani. Yang dimaksud adalah mubasyarah, yaitu dengan bersentuhan seperti ciuman tanpa ada pembatas, atau bisa pula dengan mengeluarkan mani lewat tangan (onani).

Muhammad al Husni rahimahulah memaparkan dalam Kifayatul Akhyar jika keluar mani tanpa bersentuhan seperti keluarnya karena mimpi basah atau karena imajinasi lewat pikiran, maka tidak membatalkan puasa.

6. Murtad

Jumhur Ulama sepakat jika keluarnya seseorang dari Islam atau murtad membatalkan puasa bahkan menghapus seluruh amalan dan mengahalangi diterimanya setiap amal.

Allah berfirman dalam QS At-Taubah ayat 54:

وَمَا مَنَعَهُمْ أَن تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقَاتُهُمْ إِلاَّ أَنَّهُمْ كَفَرُواْ بِالله وَبِرَسُولِهِ

“Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya.” 

7. Majnun atau Gila

Jumhur ulama sepakat bahwa puasa diwajibkan bagi orang Islam yang sehat, berakal, dan balig. Bila ada orang yang sedang mengerjakan ibadah puasa, namun tiba-tiba gila maka puasanya batal.

8.Mengobati orang yang sakit melalui dua jalan (qubul dan dzubur)

Tindakan medis dalam hal ini menyuntik atau infus yakni memasukkan obat maupun nutrisi makanan menggunakan alat suntik, baik ke dalam otot atau pembuluh darah, sebagian ulama menyatakan bisa membatalkan puasa.

Wallahu A'lam.


Editor : Kastolani Marzuki