8 Nama Neraka dan Calon Penghuninya yang Perlu Diketahui Muslim

Kastolani · Kamis, 23 Januari 2020 - 05:30 WIB
8 Nama Neraka dan Calon Penghuninya yang Perlu Diketahui Muslim
Ilustrasi Api neraka (Foto:Okezone)

JAKARTA, iNews.id – Tiap Muslim wajib mengimani adanya surga dan neraka yang merupakan bagian dari percaya terhadap akhirat. Kedua tempat itu sudah diciptakan Allah SWT bagi hamba-hamba-Nya.

Mereka yang beriman dan betakwa dengan menjalankan seluruh perintah dan menjauhi larang-larangannya balasannya adalah surga. Sedangkan bagi mereka yang mengingkari dan tidak beriman serta berbuat dosa, neraka merupakan tempat sebaik-baiknya bagi mereka.

Allah SWT berfirman:

اِنَّ الْاَبْرَارَ لَفِيْ نَعِيْمٍۙ وَّاِنَّ الْفُجَّارَ لَفِيْ جَحِيْمٍ

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam surga yang penuh kenikmatan, dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka. (QS. Al Infithaar: 13-14).

Berikut ini delapan nama neraka dan calon penghuninya dikutip iNews.id dari PISS-KTB:

1. Neraka Hawiyah

Tempat di hari akhirat ini diperuntukkan atas orang-orang yang ringan timbangan amalnya, yaitu mereka yang selama hidup di dunia mengerjakan kebaikan bercampur keburukan.

Orang muslim laki-laki maupun perempuan yang perbuatan sehari- harinya tidak sesuai dengan ajaran Islam, maka Hawiyah sebagai tempat tinggalnya. Mereka ini yaitu orang yang tidak mau menerima syariat Islam, mencari rezeki dengan cara tidak halal, memakan riba dan lain sebagainya.

Neraka Hawiyah ini disebutkan dalam Alquran Surat Al Qori'ah ayat: 8-11.

وَاَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِيْنُهٗۙ فَاُمُّهُ هَاوِيَةٌۗوَمَآ اَدْرٰىكَ مَا هِيَهْۗنَارٌ حَامِيَةٌ

Artinya: Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (yaitu) api yang sangat panas.

2. Neraka Jahim

Neraka ini sebagai tempat penyiksaan atas orang-orang musyrik atau orang-orang yang menyekutukan Allah. Sesembahan mereka selama di dunia akan datang untuk menyiksa mereka.

Syirik disebut sebagai dosa yang paling besar menurut Allah, karena syrik berarti menyekutukan Allah atau menganggap ada mahluk yang lebih hebat dan berkuasa sehebat Allah. Syirik dapat pula berarti menganggap ada Tuhan lain selain Allah.

Neraka ini disebutkan dalam Surah As-Syu'araa, ayat 91-92.

وَقِيْلَ لَهُمْ اَيْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْبُدُوْنَۙ وَبُرِّزَتِ الْجَحِيْمُ لِلْغٰوِيْنَۙ

Artinya: Dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat.dan dikatakan kepada mereka: "Di manakah berhala-berhala yang dahulu kamu selalu menyembah (Nya)."

3. Neraka Saqar

Yaitu tempat untuk orang-orang munafik yang mendustakan (tidak mentaati) perintah Allah dan Rasulullah. Maka dibakar dalam api adalah hukuman untuk mereka. Nama neraka ini tercantum dalam Surah Al-Muddatsir ayat 26-27.

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا سَقَرُۗ لَا تُبْقِيْ وَلَا تَذَرُۚ

Artinya: "Tahukah kamu apa (neraka) Saqar itu? Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan."

4. Neraka Lazza

Neraka yang bergejolak apinya dan mengelupaskan kulit kepalanya. (QS:70. Al Ma´aarij:15-18)

كَلَّاۗ اِنَّهَا لَظٰىۙ نَزَّاعَةً لِّلشَّوٰىۚ تَدْعُوْا مَنْ اَدْبَرَ وَتَوَلّٰىۙ وَجَمَعَ فَاَوْعٰى

Artinya: Sekali-kali tidak dapat. Sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergejolak, Yang mengelupaskan kulit kepala, Yang memanggil orang yang membelakang dan yang berpaling (dari agama). Serta mengumpulkan (harta benda) lalu menyimpannya."

5. Neraka Huthamah

Neraka ini disediakan untuk orang yang suka mengumpulkan harta, serakah dan menghina orang-orang miskin. Mereka berpaling dari agama, tidak mau bersedekah dan tidak mau pula membayar zakat. Dalam Al-Qur'an terdapat pada Surah Al-Humazah.

كَلَّا لَيُنْۢبَذَنَّ فِى الْحُطَمَةِۖ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْحُطَمَةُۗ نَارُ اللّٰهِ الْمُوْقَدَةُۙ الَّتِيْ تَطَّلِعُ عَلَى الْاَفْـِٕدَةِۗ

Artinya: Sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah. Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? (yaitu) api (disediakan) Allah yang dinyalakan, yang (naik) sampai ke hati."

6. Neraka Sa’ir

Neraka ini diisi oleh orang-orang yang mengingkari Allah dan orang yang memakan harta anak yatim. Neraka ini disebutkan dalam Surat An-Nisa dan Al Mulk.

وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاۤءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيْحَ وَجَعَلْنٰهَا رُجُوْمًا لِّلشَّيٰطِيْنِ وَاَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيْرِ

Artinya: Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala. (QS. Al Mulk: 5)

7. Neraka Wail

Neraka ini diisi para pedagang yang culas, mengurangi timbangan, mencalo barang dagangan untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat.

Maka dagangan mereka dibakar dan dimasukkan ke dalam perut mereka sebagai azab atas dosa-dosa mereka. Selain itu, orang yang melalaikan salat. Nama neraka ini tercantum dalam Al-Quran Surah (Al-Muthaffifin, ayat 1-3)

وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِيْنَۙ الَّذِيْنَ اِذَا اكْتَالُوْا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُوْنَۖ وَاِذَا كَالُوْهُمْ اَوْ وَّزَنُوْهُمْ يُخْسِرُوْنَۗ

Artinya: Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi. Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi."

8. Neraka Jahanam

Neraka tempat penyiksaan itu kemudian banyak disebut orang dengan nama jahanam. Neraka yang paling dalam dan berat siksaannya. Neraka ini disebutkan dalam Surah Al Hijr: 43-44.

وَاِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوْعِدُهُمْ اَجْمَعِيْنَۙ لَهَا سَبْعَةُ اَبْوَابٍۗ لِكُلِّ بَابٍ مِّنْهُمْ جُزْءٌ مَّقْسُوْمٌ

Artinya: Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut syaitan) semuanya. Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka."

Demikianlah ulasan nama-nama neraka dan calon penghuninya. Semoga menjadi ibrah atau pengetahuan bagi Muslim agar semakin meningkatkan ketakwaan dan amal ibadahnya agar dijauhkan dari siksa api neraka kelak di hari akhir nanti.

Wallahu A'lamu bimurodih.


Editor : Kastolani Marzuki