8 Penambang Pasir Tewas Tertimbun Longsor di Magelang

Puji Hartono ยท Senin, 18 Desember 2017 - 16:34:00 WIB
8 Penambang Pasir Tewas Tertimbun Longsor di Magelang
Alat berat mengevakuasi penambang pasir yang tertimbun longsor di kawasan pertambangan galian C di Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jateng, Senin (18/12/2017). (Foto: iNews/ Puji Hartono)

MAGELANG, iNews.id – Bencana longsor kembali melanda lokasi penambangan galian pasir di kawasan Sungai Bebeng, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin siang (18/12/2017). Belasan penambang pasir yang tengah melakukan aktivitas penambangan di kawasan puncak Gunung Merapi itu tertimbun dan delapan orang di antaranya meninggal dunia.

Kejadian tersebut terjadi pada pukul 09.30 WIB pagi, saat sejumlah penambang manual melakukan aktivitas penambangan di bantaran Sungai Bebeng. Saat penambang mengambil sebagian pasir dari bawah, tiba-tiba tebing setinggi 30 meter longsor hingga menimpa belasan penambang.

Hingga tadi, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tim SAR, TNI-Polri, dan relawan berhasil mengevakuasi belasan korban. Sedikitnya delapan korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan delapan korban lain mengalami luka berat.

Adapun delapan korban meninggal dunia di antaranya, Zaenudin (32), warga Dusun Kemburan, Desa Jumoyo, Kecamatan Salam; Iwan Dwi (34), warga Dusun Kemburan, Desa Jumoyo, Kecamatan Salam; Suparno, warga Dusun Dermo, Desa Bringin, Kecamatan Srumbung, dan Heri Setiawan, Dusun Kemburan, Desa Bringin, Kecamatan Srumbung. Empat korban meninggal lainnya masih diidentifikasi.

Sementara korban luka dan selamat, Herman (27), warga Dusun Kudusan, Desa Tirto, Kecamatan Grabag; Sukaedi (35); warga Dusun Kudusan, Desa Tirto, Kecamatan Grabag; Nur Kholik (20), warga Dusun Kudusan, Desa Tirto, Kecamatan Grabag; Harsoyo (30), warga Ngeren Grabag; Asnawi (22), warga Garungan Grabag; Samsuri (30), warga Dusun Jamblangan, Desa Bringin, Kecamatan Srumbung; Royani (30), warga Dusun Jamblangan, Desa Bringin, Kecamatan Srumbung; Suyatno (38), warga Desa Godean, Sleman.

Diperkirakan masih terdapat penambang yang tertimbun longsor, namun belum diketahui jumlahnya karena sejak awal tidak diketahui jumlah pasti masyarakat yang sedang menambang pasir dan batu pada saat itu.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho memaparkan, kejadian musibah longsor ini bukan yang pertama kali. Sebelumnya pernah juga terjadi beberapa kali penambang pasir tertimbun longsor di daerah Magelang. Kondisi tebing lereng yang ditambang yang hampir tegak lurus di kawasan pertambangan galian C ini juga membahayakan masyarakat sekitarnya. Namun, penambangan masih terus berlangsung. “Kondisi ini tentu sangat berbahaya, apalagi dengan meningkatnya curah hujan akan makin mudah untuk terjadi longsor,” kata Sutopo.


Editor : Yudistiro Pranoto