get app
inews
Aa Text
Read Next : Dampak Perang AS-Israel vs Iran, Ratusan Jemaah Umrah di Jember Gagal Berangkat

Abaikan Imbauan Pemerintah, Biro Umrah di Blora Tetap Berangkatkan 33 Jemaah

Senin, 02 Maret 2026 - 16:56:00 WIB
Abaikan Imbauan Pemerintah, Biro Umrah di Blora Tetap Berangkatkan 33 Jemaah
Biro Perjalanan Umrah di Kabupaten Blora, Jateng, tetap akan memberangkatkan 33 jemaah ke Tanah Suci . (Foto: Ilustrasi/Ist)

BLORA, iNews.id – Biro jasa umrah dan haji plus, Musahefis, di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tetap berencana memberangkatkan 33 orang Jemaah ke Tanah Suci, Makkah, Arab Saudi, Selasa (3/2/2026).

Keputusan itu diambil lantaran imbauan pemerintah dalam hal ini Kementerian Haji (Kemenhaj) terkait penundaan pemberangkatan jamaah umrah tidak jelas. 

Sebelumnya, Kemenhaj mengimbau semua biro perjalanan umrah untuk menundak keberangkatan Jemaah menyusul semakin memanasnya situasi keamanan di Timur Tengah akibat eskalasi konflik perang Amerika Serikat-Israel dan Iran.

Direktur Musahefis, Siswanto menilai imbauan pemerintah terkait penundaan umrah dianggap sepihak dan kurang memiliki landasan yang jelas. 

Menurutnya, keputusan untuk tetap berangkat diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek, terutama terkait hak-hak jamaah.

"Kami memutuskan tetap berangkat karena imbauan pemerintah terkesan tidak jelas. Di sisi lain, jika kami mengikuti penundaan, kerugian yang dialami jamaah sangat besar," ungkap Siswanto, Senin (2/3/2026).

Dia menjelaskan, mayoritas biaya perjalanan umrah, seperti hotel dan akomodasi di Arab Saudi, bersifat tidak dapat dikembalikan (non-refundable) jika terjadi pembatalan sepihak. 

"Hanya tiket pesawat yang bisa dikembalikan. Sisanya akan hangus. Tentu jamaah tidak mau menanggung kerugian sebesar itu," katanya.

Rela Tambah Ongkos demi Berangkat

Tekad jemaah untuk tetap berangkat ke Tanah Suci ternyata lebih kuat daripada kekhawatiran akan situasi politik di Timur Tengah. Bahkan, demi memastikan keberangkatan tetap terlaksana, pihak agen dan jamaah rela merogoh kocek tambahan.

"Maskapai penerbangan sebelumnya membatalkan jadwal karena imbauan pemerintah tersebut. Akhirnya, kami terpaksa mencari maskapai lain yang berani terbang. Jamaah pun sepakat untuk menambah ongkos agar bisa tetap berangkat," jelas Siswanto. 

Hingga saat ini, pihak biro perjalanan tetap melakukan koordinasi untuk memastikan jalur penerbangan aman menuju Arab Saudi. Sementara itu, pihak otoritas terkait di tingkat pusat belum memberikan tanggapan resmi mengenai adanya biro yang mengabaikan imbauan penundaan tersebut.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut