Ada Kasus DBD, Caleg Perindo Siswadi Fogging Ribuan Rumah di Demak

Taufik Budi ยท Senin, 08 April 2019 - 13:24 WIB
Ada Kasus DBD, Caleg Perindo Siswadi Fogging Ribuan Rumah di Demak
Caleg DPR RI dari Partai Perindo Siswadi Selodipoero saat mendamping kegiatan fogging di Kalisari, Mranggen, Demak, Jateng. (Foto: iNews/Taufik Budi)

DEMAK, iNews.id – Aksi kepeduliaan nyata untuk kesejahteraan masyarakat ditunjukkan caleg DPR RI dari Partai Perindo Siswadi Selodipoero. Dia mengerahkan tiga tim untuk melakukan fogging massal ribuan permukiman warga di Desa Kalisari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah (Jateng).

Tak hanya di permukiman padat penduduk, petugas juga mengasapi lingkungan sekitarnya seperti lahan kosong kosong dan kebun. Fogging ini dilakukan setelah sejumlah anak terserang demam berdarah dengue (DBD). Bahkan, seorang di antaranya meninggal dunia.

"Kami fogging seluruhnya secara serentak hari ini di Kalisari, biar efektif pemberantasan nyamuknya. Kami tahu di musim hujan seperti ini banyak genangan air dan itu berpotensi menjadi sarang nyamuk," ujar Caleg Siswadi Selodipoero, Senin (8/4/2019).

Dia menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan setelah pemerintah desa setempat melayangkan surat permohonan kepada DPW Partai Perindo Jateng. Untuk itu, Perindo segera membentuk tim agar bisa cepat melakukan pemberantasan nyamuk penyebab DBD.

"Jadi dari pihak desa meminta kami DPW Partai Perindo untuk melakukan fogging. Dan hari ini kami gelar dan didampingi langsung perangkat desa. Kami dipandu untuk masuk ke daerah-daerah mana saja yang perlu diasapi karena diduga menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk," tuturnya.

Perangkat Desa Kalisari Sobirin menyampaikan terima kasih kepada Perindo atas respons cepat melayani permintaan warga. Fogging dinilai menjadi cara yang ampuh untuk mencegah lebih banyak warga terserang DBD.

"Yang meninggal ada satu anak. Kalau yang sampai masuk rumah sakit ada beberapa orang. Kami berterima kasih atas bantuan fogging Partai Perindo. Dulu di sini pernah di-fogging, tapi sudah lama entah kapan saya juga lupa," ujar Sobirin.


Editor : Donald Karouw