Aksi Heroik 2 Siswa di Purwokerto Panjat Tiang Bendera Viral di Medsos

Antara ยท Minggu, 28 Oktober 2018 - 15:55 WIB
Aksi Heroik 2 Siswa di Purwokerto Panjat Tiang Bendera Viral di Medsos
Rekaman salah satu aksi siswa saat memanjat tiang bendera untuk mengambil tali yang tersangkut. (Foto: Facebok)

PURWOKERTO, iNews.id – Aksi heroik ditunjukkan dua siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah (Jateng), saat upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda, Minggu (28/10/2018). Mereka memanjat tiang untuk memperbaiki tali yang putus dan tersangkut saat pengibaran Bendera Merah Putih.

Mereka secara bergantian memanjat tiang bendera untuk menarik tali yang tersangkut di ujung tiang. Aksi itu diabadikan pelajar lainnya dan diunggah ke media sosial hingga viral di jagat maya.

Kepala SMAN 1 Purwokerto Mohammad Husain membenarkan aksi heroik itu dilakukan dua siswanya. Kejadian itu bermula saat petugas pengibar bendera membentangkan Merah Putih, talinya putus sehingga pengaitnya tertarik ke atas ujung tiang bendera.

"Ketika melihat tali pengait tertarik ke ujung tiang bendera, ananda Priyatno Budi yang merupakan Ketua Paskibra (Pasukan Pengibar Bendera) SMAN 1 Purwokerto langsung lari dan memanjat tiang bendera," ujarnya.

Akan tetapi, Priyatno yang memiliki berat badan 68 kilogram hanya mampu memanjat tiang bendera hingga ketinggian 5 meter dan tubuhnya melorot karena tiangnya licin.

Dia menceritakan, suasana sempat mencekam karena anak-anak yang bertugas menjadi pengibar bendera itu menangis. Namun tiba-tiba, salah seorang siswa kelas XII IPA 5 yang memiliki berat badan 64 kilogram, yakni Hibatullah Akbar Novianto maju dan berupaya memanjat tiang bendera tersebut.

Kendati perjuangannya sempat terhenti cukup lama untuk menghela napas dan menyiapkan energi pada jarak satu meter dari ujung tiang bendera, Hibatullah akhirnya berhasil memegang pengait bendera dan menariknya ke bawah. Melihat perjuangan itu, para guru dan peserta upacara sempat panik karena tiupan angin saat itu makin kencang sehingga khawatir terjadi sesuatu.

"Setelah berhasil memegang alat pengait bendera, Hibatullah kemudian menurunkannya sehingga bendera Merah Putih berhasil dikibarkan dengan iringan lagu Indonesia Raya," ujarnya.

Husain melanjutkan, saat memberikan sambutan dia menyampaikan bahwa aksi heroik tersebut merupakan tanda keberanian pemuda untuk memperjuangkan kejayaan bangsa dan negara. Menurutnya, aksi yang dilakukan dua siswa SMAN 1 Purwokerto tersebut menjadi bukti kecintaan pemuda kepada nusa dan bangsa.

"Setelah saya tanya, ananda Hibatullah tersebut memiliki cita-cita masuk Akmil sedangkan Priyatno ingin masuk Akpol. Semoga mereka berdua dapat meraih cita-citanya," ucapnya.

Bahkan, pihak sekolah akan memfasilitasi Hibatullah untuk menempuh jalur unggulan calon taruna (catar) dan gratis biaya sekolah.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Seksi Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Luar Biasa Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) Wilayah V Purwokerto, Yuniarso K Adi mengaku telah menerima laporan dari Kepala SMAN 1 Purwokerto terkait dengan aksi heroik yang dilakukan dua siswanya saat Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda.

"Kami mengapresiasi upaya yang dilakukan dua siswa tersebut. Itu menunjukkan pemuda yang memang dibutuhkan oleh negara, punya keberanian, serta punya kecepatan untuk mengambil sikap dan langkah karena selama ini anak-anak muda terkesan berperilaku konsumtif dan semaunya. Dan ternyata, kita masih punya anak-anak muda yang bagus-bagus," ujar Yuniarso.


Editor : Donald Karouw