Aktivitas Merapi Meningkat, Warga Jateng Diminta Waspada

Ahmad Antoni ยท Rabu, 08 Juli 2020 - 11:23 WIB
Aktivitas Merapi Meningkat, Warga Jateng Diminta Waspada
Gunung Merapi (Foto: Antara)

KLATEN, iNews.id - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan aktivitas vulkanik di Gunung Merapi saat ini mengalami peningkatan. Dia pun meminta semua warganya untuk meningkatkan kewaspadaan.

Hal tersebut disampaikan Ganjar saat mengecek perkembangan aktivitas vulkanis Gunung Merapi di pos pantau Balerante, Klaten, Rabu (8/7/2020). Melalui layar monitor, Ganjar melihat kondisi kawah yang terpantau CCTV.

"Dari pengamatan Gunung Merapi kami waspada. Ada peningkatan, tapi kalau melihat trennya insyaallah masih terkendali. Kami harap masyarakat selalu waspada," kata Ganjar.

Ada tiga wilayah rawan di Jateng jika Gunung Merapi erupsi, yakni Klaten, Boyolali dan Magelang. Ganjar mengatakan tingkat kesadaran bencana masyarakat di tiga wilayah sangat baik. Namun yang jadi catatan Ganjar saat ini kondisi pandemi.

"Kalau warga sebenarnya sudah siap, cuma ini kan suasananya lagi Covid-19. Harus ada latihan evakuasi. Juga harus ada tambahan tenaga medis yang bisa menjelaskan ini ke masyarakat saat mengungsi. Juga desa paseduluran sudah siap juga," katanya.

Desa paseduluran atau sister village merupakan kemitraan antardesa yang jika terjadi bencana, warganya bisa menuju lokasi tersebut. Dengan adanya desa paseduluran, warga terdampak bencana tidak bingung lagi kemana harus mengungsi.

Ganjar mengatakan untuk latihan evakuasi tersebut bakal dilakukan secepatnya. Dia juga masih menunggu beberapa hal tuntas dikerjakan, termasuk jalur evakuasi.

"Maka kita akan buat simulasi dalam waktu dekat. Bagaimana cara mengungsi dan memastikan shelternya baik. Shelter baik itu adalah yang sesuai protokol kesehatan covid. Kalau itu kita siapkan, maka masyarakat akan peduli," ucapnya.

Selain manusia, latihan evakuasi tersebut juga bakal mengusung hewan-hewan ternak warga. Ganjar mengatakan pada erupsi-erupsi sebelumnya warga yang sudah mengungsi tergoda untuk kembali ke rumah karena hewan ternak yang dia tinggal.

"Ternak ini masuk evakuasi. Karena sesuai pengalaman, kalau ternak ditinggal akan memancing masyarakat untuk kembali ke sini. Maka nanti kita gandeng perguruan tinggi yang juga menyediakan pakannya," ujarnya.


Editor : Nani Suherni