Anggota Dewan di Sragen Usul Pengadaan Burung Hantu untuk Basmi Tikus

Agregasi Solopos ยท Kamis, 30 Juli 2020 - 14:12 WIB
Anggota Dewan di Sragen Usul Pengadaan Burung Hantu untuk Basmi Tikus
Burung hantu (Foto: Pixabay)

SRAGEN, iNews.id - Maraknya hama tikus yang menyerang tanaman padi petani membuat Pemerintah Desa (Pemdes) Celep, Kecamatan Kedawung, Sragen, berencana menangkarkan burung hantu atau tyto alba. Jenis burung hantu ini merupakan predator dari hama tikus yang dianggap efektif.

Dana sekitar Rp30 juta dari dana desa (DD) sebetulnya sudah dianggarkan Pemdes Celep untuk membeli bibit tyto alba pada tahun ini. Namun, karena pandemi Pemdes Celep mengurangi anggaran pengadaan burung hantu itu sebesar Rp12 juta. Kini, anggaran untuk pembelian burung hantu itu tersisa Rp18 juta.

"Kami baru saja mencairkan dananya. Kami belum tahu harganya per ekornya berapa. Rencana baru mau ke Klaten (untuk survei harga)," kata Sekretaris Desa Celep, Sumadi, Rabu (29/7/2020).

Pemdes Celep juga akan membuatkan pagupon untuk petani. Dia tidak yakin di masa pandemi ini petani mau berswadaya membuat pagupon yang jadi tempat tinggal burung hantu itu.

Tyto alba merupakan jenis burung yang memiliki kemampuan dalam membunuh hama tikus. Satu ekor burung tyto alba bisa membunuh 3-5 ekor tikus setiap malamnya.

Jika dihitung secara matematis, satu ekor burung hantu bisa membunuh 90 hingga 150 ekor tikus tiap bulannya. Apabila dalam satu area persawahan terdapat 10 ekor burung hantu, maka tikus yang terbunuh bisa mencapai 900-1.500 ekor tiap bulannya.

Sumadi mengakui hama tikus telah membuat kalangan petani pusing. Bahkan, ada petani yang terpaksa menanam padi hingga dua kali di lahan yang sama akibat serangan hama tikus. Tidak hanya menyerang tanaman padi, tikus juga menyerang tanaman bawang merah, tomat hingga cabai.

"Di Celep tidak ada petani yang memasang jebakan tikus (teraliri listrik). Kalau menembak tikus ada, salah satunya saya sendiri. Dalam dua jam, saya bisa menembak 10-15 ekor tikus yang menyerang tanaman tomat saya. Kalau di area persawahan, mungkin jumlahnya lebih dari itu,” ujar Sumadi.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Sragen, Sugiyamto, mengakui budi daya burung hantu bisa menjadi solusi atas maraknya hama tikus yang menjadi musuh petani. Dia berharap Pemkab Sragen bisa mengkaji perlunya pengadaan burung hantu supaya bisa dibudidayakan kalangan kelompok tani.

"Area pertanian di Sragen itu sangat luas sehingga dibutuhkan banyak sekali burung hantu itu. Apalagi, jumlah tikus dalam satu kawasan itu ribuan. Itu perlu dikaji dulu oleh Dinas Pertanian terkait perlunya pengadaan burung hantu sebagai predator tikus sawah," ucap Sugiyamto.

Artikel ini telah tayang di Solopos.com dengan judul "Legislator Sragen Dorong Pengadaan Burung Hantu Untuk Basmi Tikus"


Editor : Nani Suherni