Angin Kencang Terjang 2 Kecamatan di Magelang, 70 Warga Mengungsi

Puji Hartono ยท Senin, 21 Oktober 2019 - 12:31 WIB
Angin Kencang Terjang 2 Kecamatan di Magelang, 70 Warga Mengungsi
Puluhan warga mengungsi karena khawatir dengan angin kencang yang terus melanda permukiman mereka di Kabupaten Magelang, Jateng, Senin (21/10/2019). (Foto: iNews/Puji Hartono)

MAGELANG, iNews.idAngin kencang juga menerjang wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (Jateng), sejak Minggu malam (20/10/2019) hingga Senin (21/10/2019). Bencana ini mengakibatkan banyak rumah yang rusak dan sedikitnya 70 warga mengungsi.

Detik-detik saat angin kencang memorakmorandakan rumah-rumah warga direkam oleh video amatir warga. Hingga kini, angin kencang juga masih terus terjadi. Dua kecamatan yang paling terdampak yakni, Kecamatan Sawangan dan Kecamatan Pakis, tepatnya di kaki Gunung Merbabu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edi Susanto mengatakan, angin kencang yang melanda Magelang dan beberapa daerah itu, tidak biasanya terjadi. Pasalnya, angin kencang sudah terjadi sejak malam hingga sekarang. Terkadang angin kembali tenang dan tiba-tiba angin kencang muncul lagi.

“Ini memang tidak biasa dan baru sekarang kita temukan. Berlangsung sejak kemarin dan sampai sekarang belum berhenti. Yang kita alami selama ini, biasanya satu jam atau beberapa menit terjadi angin puting beliung atau angin besar, setelah itu reda. Tapi ini tidak, datang, hilang, dan datang lagi sehingga masyarakat akhirnya merasa takut,” kata Edi, Senin (21/10/2019).

Edi mengatakan, akibat bencana tersebut, saat ini sedikitnya 70 warga mengungsi di Balai Desa Pogangan, Kecamatan Pakis. Selain karena rumah warga yang rusak, banyak warga mengungsi karena merasa takut.

“Warga mencari ke tempat yang aman dan mengungsi sejak tadi malam. Langkah yang kami ambil langsung menerjunkan anggota serta membuat dapur umum bagi para pengungsi,” katanya.

Salah satu rumah warga yang rusak diterjang angin kencang di Kabupaten Magelang, Jateng, Senin (21/10/2019). (Foto: iNews/Puji Hartono)

Selain itu, angin kencang juga mengakibatkan pohon-pohon yang berada di jalan juga ikut tumbang. Hingga kini petugas masih mendata dampak bencana di lapangan.

Edi mengatakan, warga perlu mewaspadai dampak angin kencang berupa debu yang beterbangan. Debu tersebut dapat mengganggu pandangan warga, terutama yang berkendara di jalan.

“Kami juga mengimbau warga tetap tenang dan waspada mengingat angin kencang masih sering terjadi,” kata Edi.


Editor : Maria Christina