Antrean Pembagian Sembako di Kendal Abaikan Protokol Kesehatan, Petugas: Warga Ngeyel

Eddie Prayitno ยท Rabu, 22 Juli 2020 - 12:04 WIB
Antrean Pembagian Sembako di Kendal Abaikan Protokol Kesehatan, Petugas: Warga Ngeyel
Warga yang mengambil bantuan sembako tidak menerapkan jaga jarak saat antri di Balai Desa Brangsong Rabu (22/07/2020) (Foto: Eddie Prayitno)

KENDAL, iNews.id - Ratusan warga yang antre mengambil bantuan sembako dari Provinsi Jawa Tengah di Balai Desa Brangsong Kendal, Rabu (22/07/2020) mengabaikan protokol kesehatan. Mereka berjubel di depan pintu masuk dengan tidak menjaga jarak, hingga tidak mengenakan masker.

Padahal di dalam ruangan ada petugas Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 tingkat desa. Pembagian sembako terdiri atas enam item yakni beras 10 kilogram, telur 1 kilogram, minyak goreng, kecap, mi instan, telur dan ikan dalam kaleng disalurkan PT Pos Indonesia.

Sayangnya para penerima bantuan sembako itu mengabaikan protokol kesehatan. Padahal tempat duduk juga sudah diberikan jarak.

Menurut petugas Badan Pemberdyaan Masyarakat dan Desa (Bapermasdes) Kendal, sudah berkali-kali mengingatkan. Tetapi, setelah di ingatkan warga kembali bergerombol hingga petugas bosan mengingatkan.

“Kita sudah berkali-kali ingatkan agar warga tidak berkerumun dan menjaga jarak aman tetapi warga ngeyel,” ujar Kabid Pemberdayaan Masyarakat Bapermades Kendal, Mardi.

Di Kabupaten Kendal, bantuan sembako dari provinsi tahap kedua ini ada 26.620 se-Kabupaten Kendal.

“Namun untuk pembagianya dibagi di beberapa tempat sehingga masyarakat tidak kesulitan untuk mengambil bantuan,” ucapnya.

Sementara para penerima bantuan sembako merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan tersebut karena bisa meringankan beban kebutuhan hidup untuk makan sehari hari.

“Bantuan ini cukup membantu kebutuhan warga kurang mampu,” kata warga Desa Blorok Brangsong, Jumiati.

Pembagian sembako yang di bantu tim gugus covid-19 tingkat desa serta Polsek Brangsong. Namun kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan masih minim, sehingga ada beberapa warga tidak menggunakan masker. Didepan balai desa juga tidak di sediakan cuci tangan sehingga semua protokol kesehatan di abaikan, demi untuk mendapatkan sembako gratis.


Editor : Nani Suherni