Awal 2020, Kasus DBD di Bantul Capai 160 Laporan

Kuntadi ยท Jumat, 14 Februari 2020 - 17:15 WIB
Awal 2020, Kasus DBD di Bantul Capai 160 Laporan
Ilustrasi DBD. (Foto: Okezone)

BANTUL, iNews.id – Memasuki awal 2020, kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Bantul mengalami peningkatan. Dalam waktu 1,5 bulan tercatat 160 kasus di 17 kecamatan.

"Cuaca tidak menentu, sehingga kasus DBD meningkat," kata Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Raharjo kepada wartawan, Jumat (14/2/2020).

Dari 160 kasus DBD tersebar di beberapa kecamatan. Namun ada lima kecamatan yang angkanya cukup tinggi, yakni di Kecamatan Sewon, Banguntapan, Kasihan, Bantul dan Kecamatan Bambanglipuro.

Sementara Kecamatan Kasihan, Sewon dan Banguntapan merupakan daerah endemis yang setiap tahun ditemukan kasus DBD.

"Selain endemis, kepadatan penduduknya tinggi dan migrasinya juga tinggi," ujarnya.

Dia mengingatkan, upaya paling efektif menekan kasus DBB yakni melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Warga harus peduli dan membersihkan lingkungan tempat tinggal. Salah satunya menguras tandon air, menutup dan menimbujn sampah agar tidak menjadi tempat bersarang.

Dia juga mengingatkan, pengasapan atau fogging merupakan langkah terakhir. Fogging hanya akan dilakukan ketika ada kasus dan beredar di sekitarnya.

"Fogging adalah langkah terakhir, terpenting membersihkan lingkungan," katanya.

Agus menyarankan untuk mengantisipasi penularan, masyarakat bisa menambahkan obat pembunuh larva nyamuk. Larvasida ini bisa dimasukkan ke dalam tandon air, sumur dan aman airnya untuk dikonsumsi.


Editor : Nani Suherni