Bahaya Tidur setelah Makan dalam Islam
JAKARTA, iNews.id - Tidur merupakan sunnatullah dan hak tubuh setelah lelah beraktivitas. Umumnya, manusia akan tidur pulas setelah makan kenyang. Namun, tidur harus memerhatikan sejumlah aspek agar tidak mengganggu kondisi kesehatan.
Padahal, tidur setelah makan merupakan kebiasaan buruk yang bisa menimbulkan masalah kesehatan pada tubuh. Hal ini karena bahan makanan yang dikonsumsi akan diproses dengan baik saat tubuh Anda di posisi tegak, bukan berbaring.
Firman Allah SWT:
يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ
Artinya: Hai anak Adam, pakailah pakaian kalian yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (QS. Al A'raf: 31)
Imam Bukhari mengatakan, Ibnu Abbas berkata bahwa makna yang dimaksud ialah makanlah sesukamu dan berpakaianlah sesukamu selagi engkau hindari dua pekerti, yaitu berlebih-lebihan dan sombong.
Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdul Ala, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Saur, dari Mamar, dari Ibnu Tawus, dari ayahnya, dari Ibnu Abbas yang mengatakan, "Allah menghalalkan makan dan minum selagi dilakukan dengan tidak berlebih-lebihan dan tidak untuk kesombongan." Sanad asar ini berpredikat sahih.
Terkait tidur setelah makan kenyang, sejumlah ahli kesehatan menyatakan bisa menimbulkan penyakit seperti Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Yakni, penyakit pencernaan di mana makanan dari dalam perut Anda kembali ke kerongkongan, sehingga memungkinkan asam lambung muncul dan menciptakan sensasi terbakar di tenggorokan dan perut Anda.
Selain itu, berat badan akan bertambah saat mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang Anda bakar. Sementara itu, tidur langsung setelah makan juga berarti tubuh Anda tidak mendapatkan kesempatan untuk membakar kalori tersebut. Dan, bayangkan jika Anda makan dalam porsi besar lalu langsung tidur.
Bahaya lainnya yakni, kembung dan sakit perut. Walaupun kadang perut kenyang dapat membuat Anda lekas mengantuk, tetapi kadang juga ini membuat Anda kesulitan tidur. Hal ini karena makan berlemak atau berat dapat menyebabkan kembung dan sakit perut yang dapat membuat Anda kesulitan tidur.
Hujjatul Islam, Imam al Ghazali dalam kitab Ihya' Ulumiddin mengatakan:
وَقَالَ الشَّافِعِيُّ رَحِمَهُ اللهُ مَا شَبِعْتُ مُنْذُ سِتَّ عَشْرَةَ سَنَةً لِأَنَّ الشَّبْعَ يُثْقِلُ الْبَدَنَ وَيُقْسِي الْقَلْبَ وَيُزِيْلُ الْفَطَنَةَ وَيَجْلِبُ النَّوْمَ وَيُضْعِفُ صَاحِبَهُ عَنِ الْعِبَادَةِ
Imam as-Syafi’i rahimahullah berkata: “Sudah 16 tahun aku tidak pernah makan sampai kenyang, sebab makan sampai kenyang itu memberatkan badan, mengeraskan hati, menghilangkan kecerdasan, menyebabkan tidur pulas, dan membuat seseorang malas dari ibadah.
Rasulullah SAW pernah bersabda:
مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ بِحَسْبِ اِبْنِ آدَمَ أُكُلَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ كَانَ لَا مَحَالَةَ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ
Artinya: Bangsa Adam (manusia) tidak memenuhi wadah yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suapan untuk menegakkan tulang punggungnya. Bila tidak bisa, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya dan sepertiga untuk nafasnya (Sunan at-Tirmidzi kitab az-zuhd bab karahiyah katsratil-akl no. 2380; Sunan Ibn Majah kitab al-ath’imah bab al-iqtishad fil-akl wa karahatis-syab’ no. 3349; Musnad Ahmad bab hadits al-Miqdam ibn Ma’dikarib no. 17225).
Wallahu A'lam Bishshawab.
Editor: Kastolani Marzuki