Bangunan Gedung Sekoah Nyaris Ambruk, Keselamatan Siswa Terancam

Elis Novit ยท Sabtu, 18 November 2017 - 12:43:00 WIB
Bangunan Gedung Sekoah Nyaris Ambruk, Keselamatan Siswa Terancam
Kepala SDN 1 Pakelen, Kistoni, memperlihatkan kondisi atap bangunan yang rubuh, Sabtu (18/11/2017) pagi. (Foto:iNews/Elis Novit)

BANJARNEGARA, iNews.id - Di tengah banyaknya kasus korupsi yang dilakukan oleh oknum pejabat negeri ini, ternyata masih ada siswa sekolah yang harus belajar dalam ancaman gedung yang rusak. Seperti yang dialami oleh siswa di SD Negeri 1 Pakelen Banjarnegara Jawa Tengah.

Para siswa di SD ini harus belajar dalam kondisi yang membahayakan. Lantaran, ruang kelas yang mereka tempati sudah sangat rusak kondisinya. Saat didatangi wartawan, Sabtu (18/11/2017) pagi tadi, kondisi gedung sekolah ini sudah terlihat sangat memprihatinkan.

Dari luar terlihat jelas, bagian atap gedung sudah melengkung. Saat dilihat dari dalam ruangan , tiang penyangga atap telah patah dan keropos. Gedung inipun nyaris ambruk. Sebelumnya ruangan tersebut digunakan sebagai ruang guru dan kepala sekolah.

Akibat ada gedung rusak, sekolah saat ini kekurangan kelas. Ruangan guru pun harus dipindah ke ruangan kelas. Sementara kelas yang ditempati sebagai ruangan guru harus menepati ruangan yang lebih sempit. Saat ini gedung rusak dikosongkan karena sangat berbahaya dan mengancam.

Sejumlah siswa mengaku was-was saat bermain dan makan di area kantin. Pasalnya lokasi kantin tepat berada di belakang gedung yang rusak tadi. “Kami takut belajar dan bermain di situ. Takutnya nanti atapnya jatuh dan menimpa teman-teman. Harapannya cepat bisa diperbaiki,” ujar Nisa, salah seorang siswa SDN 1 Pakelen.

Sementara itu, Kepala SDN 1 Pakelen, Kistoni, mengatakan pihaknya khawatir dengan keselamatan anak didiknya, khususnya ketika hujan tiba. “Kami khawatir kalau hujan, apalagi jika anak-anak bermain dan jajan di sekitar kantin yang ada di belakang gedung itu,” ujarnya.

Menurut Kistoni, pihak sekolah sudah mengajukan permohonan bantuan perbaikan. Namun hingga saat ini belum ada kepastian dari dinas terkait. Pihak sekolah dan siswa berharap, gedung rusak ini bisa segera diperbaiki. Sehingga aktivitas belajar mengajar kembali normal .

Cuaca buruk dan intenstitas hujan yang tinggi membuat kondisi gedung yang di bangun pada 1980 ini semakin rusak dan memprihatinkan.

Editor : Himas Puspito Putra