Banjir Bandang dan Longsor di Batang, Jalur Utama 3 Kabupaten Terputus

Eddie Prayitno ยท Minggu, 19 April 2020 - 15:30 WIB
Banjir Bandang dan Longsor di Batang, Jalur Utama 3 Kabupaten Terputus
Mobil terjebak banjir bandang yang menerjang kawasan perbukitan Dieng, Gunung Prau, Kabupaten Batang. (Foto: iNews/Eddie Prayitno)

BATANG, iNews.idBanjir bandang dan longsor menerjang Desa Sigempolong dan Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang setelah wilayah itu diguyur hujan deras sejak Sabtu (18/4/2020) siang hingga sore hari.

Akibat bencana itu, jalur utama yang menghubungkan tiga kabupaten yakni, Batang, Wonosobo dan Banjarnegara terputus.

Selain banjir bandang, hujan deras yang melanda kawasan perbukitan Dieng, Gunung Prau mengakibatkan longsor. Tidak ada korban jiwa dalam bencana itu, namun aktivitas warga terganggu.

Detik-detik banjir bandang dan longsor itu terekam video amatir warga. Dalam video yang beredar di media sosial, tampak luapan air sungai bercampur material lumpur dan batu dari kawasan perbukitan Dieng menutup jalan sekitar gedung SMP Negeri 4 Bawang.

Camat Bawang, Yarsono mengatakan, banjir bandang dan longsor terjadi akibat hujan deras yang  berlangsung cukup lama. Kondisi itu diperparah dengan tanah yang labil akibat pola tanam yang tak seimbang.  Sehingga, menyebabkan perbukitan yang berada di sekitar kawasan Dieng tersebut mudah terjadi longsor.

“Masyarakat di kawasan Gunung Prau perbukitan Dieng ini menanam kentang dan sayuran di pinggir-pinggir jalan. Sehingga, tanahnya mudah labil dan tergerus hujan,” katanya, Minggu (19/4/2020).

Dia mengatakan, banjir bandang itu melanda Desa Sigempolong dan Pranten yang berada di kawasan perbatasan Gunung Prau.

“Bencana tersebut membuat akses jalan yang menghubungkan tiga kabupaten yakni dari Batang menuju Batur Wonosobo dan Banjarnegara untuk sementara terputus akibat timbunan material tersebut,” katanya.

Hingga kini petugas gabungan langsung diterjunkan ke lokasi kejadian untuk membersihkan tumpukan material yang menutupi akses penghubung antarkabupaten tersebut.


Editor : Kastolani Marzuki