Banjir Bandang Terjang Kabupaten Batang Sebabkan Tembok Masjid Ambrol

Suryono Sukarno ยท Minggu, 26 Januari 2020 - 08:58:00 WIB
Banjir Bandang Terjang Kabupaten Batang Sebabkan Tembok Masjid Ambrol
Bupati Batang Wihaji menjelaskan banjir bandang yang menerjang wilayahnya pada Sabtu (25/1/2020). (Foto: iNews.id/ Suryono Sukarno)

BATANG, iNews.idBanjir bandang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, setelah hujan deras terjadi di wilayah itu pada Sabtu (25/1/2020). Derasnya air membuat sebuah masjid di Desa Subah, Kecamatan Batang, rusak. Tembok masjid ambrol diterjang banjir.

Peristiwa ambrolnya tembok masjid Sabilul Huda itu terekam dalam video yang beredar luas di masyarakat. Dalam rekaman itu, warga berteriak panik melihat tembok masjid yang ambrol diterjang derasnya air.

Air bah juga menenggelamkan ratusan rumah di Desa Klidang dan Karangasem. Warga yang rumahnya terendam banjir masih bertahan di rumah dan belum ada yang mengungsi.

Tak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir itu, namun masjid untuk sementara tak bisa dipakai warga, karena selain terendam banjir, beberapa bagian tembok rusak dan khawatir ambrol.

Pantauan iNews.id, banjir bandang di Kabupaten Batang juga merendam ruas Jalan Pantura di wilayah itu dengan ketinggian sekitar 30 – 50 cm.

Akibat banjir, arus lalu lintas di jalur tersebut sempat terhambat karena kendaraan harus berjalan pelan dan banyak yang menepi karena tak berani melintas.

“Banjir melanda beberapa lokasi secara bersamaan. Saat ini kami masih menginventaris kerusakan juga kerugian,” kata Bupati Batang, Wihaji saat mengunjungi beberapa lokasi yang diterjang banjir, Sabtu (25/1/2020) malam.

Dia meminta warga tetap tenang, namun waspada jika air kembali meninggi, diharapkan warga segera mengungsi mencari tempat yang aman.

Sedangkan warga yang rumahnya terendam banjir, kata dia, telah disiapkan bantuan makanan juga obat- obatan.

Terkait masjid yang temboknya ambrol diterjang banjir, dia mengatakan, akan segera memberikan bantuan agar bisa digunakan warga beribadah lagi.

“Untuk jalur pantura yang sering terendam banjir, kami meminta pemerintah pusat melakukan penanganan dengan peninggian dan membuat tanggul kanan kiri dan saluran air yang besar,” ujarnya.


Editor : Reza Yunanto