Banjir di Kendal Jateng Berangsur Surut, 1.430 KK Terdampak
KENDAL, iNews.id - Banjir yang melanda Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, menunjukkan tren penurunan debit air di sejumlah wilayah terdampak hingga Rabu (11/2/2026) pukul 09.00 WIB. Genangan air sebelumnya merendam 1.300 unit rumah warga dengan 1.430 kepala keluarga (KK) terdampak.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, beberapa titik genangan air telah surut. Sementara di sejumlah lokasi lainnya, air masih menggenang namun berangsur menurun.
Di Kecamatan Boja, kondisi air dilaporkan telah surut. Sedangkan di Kecamatan Kaliwungu Selatan, Desa Kedungsuren dan Desa Darupono masih tergenang 10-20 cm namun dalam kondisi surut.
Di Kecamatan Ngampel, Desa Rejosari tercatat memiliki ketinggian air 10-80 cm dan mulai berangsur surut. Desa Ngampel Kulon masih tergenang 10-80 cm, sementara Desa Ngampel Wetan 30-100 cm. Desa Sudipayung terpantau dengan genangan 10-20 cm.
Sementara itu, di Kecamatan Brangsong, Desa Tunggulsari masih tergenang 30-50 cm dan Desa Kertomulyo 10-50 cm, namun keduanya dilaporkan mulai berangsur surut.
Aam, sapaan Abdul Muhari, menjelaskan banjir dipicu hujan dengan intensitas tinggi pada Selasa (10/2/2026) pukul 19.00 WIB. Peristiwa tersebut berdampak pada empat kecamatan dan 11 desa.
"Data sementara mencatat sekitar 1.430 kepala keluarga terdampak dan kurang lebih 1.300 unit rumah mengalami dampak genangan air," katanya, Kamis (12/2/2026).
Hingga kini, BPBD Kabupaten Kendal terus melakukan pemantauan, kaji cepat, serta koordinasi dengan aparat setempat sesuai standar operasional kebencanaan. Warga di wilayah yang masih tergenang diimbau tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air jika terjadi hujan susulan.
BNPB juga mengimbau masyarakat di wilayah rawan hidrometeorologi untuk meningkatkan kesiapsiagaan, seperti membersihkan saluran air, memastikan kondisi rumah aman, serta menjauhi aliran sungai saat debit meningkat. Pemerintah daerah diharapkan memperkuat koordinasi dan mempercepat distribusi bantuan hingga kondisi benar-benar pulih.
Editor: Donald Karouw