Banjir Rob, Lapas Pekalongan Pindahkan 331 Napi ke Nusakambangan

Suryono Sukarno, Antara ยท Jumat, 25 Mei 2018 - 08:13 WIB
Banjir Rob, Lapas Pekalongan Pindahkan 331 Napi ke Nusakambangan
Proses evakuasi napi di Lapas Pekalongan dengan menggunakan bus menuju Pulau Nusakambangan, Kamis (24/5/2018). (Foto: iNews/Suryono)

PEKALONGAN, iNews.id – Banjir air pasang atau rob merendam sejumlah wilayah di Pekalongan, Jawa Tengah, tak terkecuali di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan. Akibatnya, sebanyak 331 warga binaan atau narapidana (napi) diungsikan ke Pulau Nusakambangan, Cilacap, Kamis (24/5/2018) malam.

Pemindahan ini menyusul 61 napi lainnya yang lebih dahulu dipindahkan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Batang, Rabu (23/5/2018). Alasannya untuk mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan lantaran sebagian tembok Lapas Pekalongan di sisi barat jebol akibat terjangan banjir rob. Belum lagi seluruh blok tahanan, halaman, hingga tempat tidur ikut terendam air.

Proses pemindahan ratusan napi tersebut memakan waktu berjam-jam, sehingga baru tengah malam bisa rampung dan diberangkatkan ke dermaga menuju Pulau Nusakambangan. Para napi dikeluarkan secara bertahap dari dalam lapas, kemudian dimasukkan ke dalam bus dengan kondisi salah satu tangan dirantai maupun diborgol antara satu napi dengan napi lainnya.

Dari pantauan di Dermaga Wijayapura, Cilacap, delapan bus yang tiap unitnya menampung 40 hingga 46 orang membawa 331 napi itu tiba di tempat penyeberangan khusus menuju Pulau Nusakambangan sekitar pukul 03.00 WIB. Ratusan napi itu mendapat pengawalan ketat personel Brimob Polda Jawa Tengah.

Selain itu, puluhan personel Polres Cilacap tampak berjaga di sekitar Dermaga Wijayapura, beberapa di antaranya menyandang senjata laras panjang. Setibanya di dermaga, sejumlah bus itu diseberangkan menuju Dermaga Sodong di Pulau Nusakambangan secara bergilir menggunakan sebuah kapal penyeberangan jenis Ro-Ro. Sebanyak dua bus terakhir diseberangkan dari Dermaga Wijayapura menuju Dermaga Sodong pada pukul 05.45 WIB.

Selain 331 napi yang dipindah ke Nusakambangan, ada juga empat napi yang dipindah ke Rutan Salatiga. Mereka dijemput oleh petugas rutan menggunakan beberapa mobil.

Plt Kalapas Pekalongan, Bawono Ika Sutomo mengatakan, pemindahan napi itu dilakukan demi alasan kemanusiaan dan mengantisipasi gangguan keamanan. Situasi akibat banjir rob masih tinggi, maka berdasarkan perintah pimpinan untuk  mengevakuasi para warga binaan.

"Napi yang masih berada di dalam Lapas Pekalongan saat ini ada 336 orang. Mereka juga akan dipindahkan ke sejumlah lapas maupun rutan di wilayah Jawa Tengah," kata Bawono, Jumat (25/5/2018).

Koordinator Lapas se-Nusakambangan dan Cilacap Hendra Eka Putra mengatakan pemindahan ratusan napi Lapas Pekalongan ke sejumlah lapas, termasuk Nusakambangan, dilakukan karena lapas tersebut sudah tidak layak ditempati akibat rob yang sering terjadi.

"Seluruhnya terpidana umum dan akan ditempatkan di Lapas Kelas IIA Besi, Nusakambangan, sedangkan dua napi kasus terorisme yang ada di Lapas Pekalongan dibawa ke Semarang," kata Eka yang juga Kepala Lapas Kelas I Batu, Pulau Nusakambangan itu.

Kendati demikian, dia mengaku belum mengetahui apakah pemindahan napi dari Lapas Pekalongan itu bersifat sementara atau permanen. "Kami menunggu perintah dari Dirjen Pemasyarakatan," ujarnya.


Editor : Donald Karouw