Bayi 9 Bulan di Kabupaten Tegal Positif Corona, Ayah dan Paman Pasien Diisolasi

Yunibar ยท Minggu, 19 April 2020 - 19:13 WIB
Bayi 9 Bulan di Kabupaten Tegal Positif Corona, Ayah dan Paman Pasien Diisolasi
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Tegal, dr Joko Wantoro saat koneferensi pers kasus corona. (Foto: Repro Humas Pemkab Tegal)

SLAWI, iNews.id – Bayi berusia sembilan bulan asal Desa Kertaharja, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal positif terinfeksi virus corona. Hal itu diketahui dari hasil pemeriksaan swab yang menunjukan positif terinfeksi virus mematikan itu.

Dengan demikian, jumlah pasien corona di Kabupaten Tegal bertambah menjadi sembilan orang. Satu orang di antaranya meninggal dunia dan satu orang lainnya sembuh.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Tegal, dr Joko Wantoro mengatakan, bayi tersebut merupakan pasien yang dirawat di RSUD dr Soeselo Slawi dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Dia menjelaskan, pasien itu pertama kali masuk rumah sakit hari Senin (6/4/2020) dengan keluhan demam, batuk, pilek, dan diare selama seminggu dan baru dipulangkan pada hari Senin (13/4/2020) setelah kondisinya membaik.

“Meski saat itu statusnya adalah ODP, pasien tersebut tetap kita ambil swab-nya dan baru semalam hasilnya keluar dengan indikasi positif. Oleh karenanya balita ini kita jemput lagi dari rumahnya,” katanya, Minggu (19/4/2020).

Joko menduga, penularan virus ini terjadi lewat transmisi dari orang-orang terdekatnya. Hasil tracking tim medis Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal menyebutkan ada dua orang kontak eratnya dalam satu rumah yang baru datang dari Bekasi dan Tangerang, yaitu ayah balita dan pamannya.

“Keduanya kita tetapkan sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG) dan diisolasi secara mandiri di rumahnya dengan menerapkan physical distancing, mengenakan masker dan sejumlah protokol kesehatan lainnya,” katanya.

Isolasi mandiri tidak hanya diberlakukan pada ayah dan paman balita, tapi juga seluruh anggota keluarga lain yang tinggal serumah. Saat ini pihaknya juga sedang menunggu hasil rapid test keduanya.

“Jika positif, maka akan kita lanjutkan dengan tes swab untuk membuktikan transmisi lokal ini benar-benar sudah terjadi,” ucap Joko.

 


Editor : Kastolani Marzuki