Bebas Biaya, Siswa yang Daftar di Sekolah Ini Cukup Bawa Hasil Bumi

Saladin Ayyubi ยท Selasa, 10 Juli 2018 - 17:01 WIB
Bebas Biaya, Siswa yang Daftar di Sekolah Ini Cukup Bawa Hasil Bumi
Orang tua di Dusun Pesawahan, Cilongok, Banyumas membawa hasil bumi saat mendaftar di MTs Pakis. (Foto: SINDOnews)

BANYUMAS, iNews.id – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Pakis di Kampung Pesawahan, Desa Gunung Lurah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, memiliki cara unik dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB).

Pihak sekolah tak mensyaratkan orang tua membawa surat keterangan tidak mampu (SKTM) maupun Kartu Indonesia Pintar( KIP) seperti yang diterapkan sekolah negeri. Para orangtua yang mendaftarkan sekolah anaknya cukup membawa hasil pertanian seperti pisang, singkong, ubi jalar, tales dan hasil bumi lainnya.

Tak hanya itu, MTs Pakis membebaskan biaya SPP bulanan bagi siswanya hingga lulus sekolah. Padahal sekolah setingkat SMP yang berada di pinggir hutan dan di puncak bukit Dusun Pesawahan ini merupakan sekolah favorit warga desa sekitar.

Selain digratiskan dari semua biaya pendidikan, para siswa justru mendapatkan buku-buku dari pengelola sekolah. Sebab, sekolah ini memang didirikan untuk membantu anak-anak petani setempat yang mayoritas dari golongan ekonomi kurang mampu, seperti petani dan buruh harian.

Salah satu orang tua siswa, Nurhayati mengaku sengaja memilih sekolah tersebut karena tidak ditarik biaya. “Sekolah ini gratis biaya bulanan dan untuk pendaftaran saya hanya membawa pisang dari kebun milik sendiri,” ujar Nurhayati seperti dikutip SINDONews, Selasa (10/7/2018).

Selain tanpa biaya, MTs Pakis juga memiliki program tambahan untuk membekali siswanya, yakni keterampilan pertanian. Untuk lokasi materi pelajaran pertanian, orang tua dan siswa cukup membuka lahan di sekitar sekolah. MTs ini memiliki empat tenaga pengajar sukarela, terdiri atas profesi dari kepala dusun, guru honorer dan warga sekitar.

“Konsep kami memang mendekat warga miskin pinggir hutan agar mereka bisa belajar layaknya anak-anak di kota. Selain itu kami di sini tidak mau membebani anak-anak dan orang tua siswa dengan pungutan apa pun,” kata Iisrodin, pengelola MTs Pakis.


Editor : Kastolani Marzuki